Senin, 04 DESEMBER 2023 • 18:05 WIB

Fakta Marapi: Gunung Berapi Aktif yang Meletus Sejak Abad 18, Situs Pertama Warga Minangkabau

Author

Gunung Marapi menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Nagari Lasi, Agam, Sumatera Barat.
INDOZONE.ID - Gunung Marapi tiba-tiba meletus pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.53 WIB. Kepala Kantor SAR Kota Padang, Sumatera Barat Abdul Malik menuturkan, dalam pencarian korban hingga Senin (4/12/2023) pukul 07.00 WIB, pihaknya menemukan tiga orang pendaki dalam keadaan selamat dan 11 orang telah meninggal dunia karena erupsi Marapi.

Dengan data dari tim gabungan, terdapat 75 orang yang berada di Gunung Marapi, dengan 49 di antaranya berhasil dievakuasi dengan selamat. Sedangkan 12 orang masih berstatus hilang.

"Saat ini tim kami masih dalam proses evakuasi dari puncak Gunung Marapi ke bawah," katanya.

Letusan gunung Marapi dinilai sebagai erupsi yang tiba-tiba saja terjadi, karena tidak mengeluarkan tanda-tanda sebelumnya, seperti gempa bumi atau hujan abu. Karena itu, masih banyak orang yang mendaki Gunung Marapi.

Berikut merupakan beberapa fakta soal Marapi, gunung berapi paling aktif di Sumatera:

1. Marapi Gunung Berapi Paling Aktif di Sumatera

Gunung berapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat ini mendapat predikat sebagai gunung api paling aktif di Sumatera.

Sejak abad ke-18, gunung berapi yang memiliki titik tertinggi 2.891 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini telah meletus lebih dari 50 kali.

Baca Juga: 26 Pendaki Belum Turun dari Gunung Marapi, Ini Daftar Namanya

Erupsi dengan skala terbesar terjadi pada 8 September 1830. Pada saat itu, Gunung Marapi mengalami erupsi dan mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol berwarna abu-abu kehitaman, dengan ketebalan 1.500 m di atas kawah dan disertai dengan suara gemuruh.

Kemudian, pada 30 April 1979, erupsi memakan 60 korban jiwa.

Selanjutnya, pada akhir 2011, Gunung Marapi mengalami erupsi dengan menyemburkan abu dan awan hitam.

Selain itu, pada 26 Februari 2014, Gunung Marapi kembali meletus dengan memuntahkan beberapa material hingga ke Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

2. Peningkatan Aktivitas Vulkanik Telah Terlihat Sejak Januari 2023

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi kali ini disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara, dengan jarak luncur tiga kilometer.

Gejala peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi telah terlihat sejak Januari 2023. Karenanya, status di level II (Waspada) telah ditetapkan sejak saat itu.

Gunung Marapi menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Nagari Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat.

Hingga 16 November 2023, tingkat aktivitas vulkanik Marapi masih dalam level Waspada, dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Sehubungan dengan level Waspada ini, pengelola Gunung Marapi pun merekomendasikan agar baik warga maupun wisatawan, tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 kilometer dari kawah.

3. Pendaki Gunung Marapi Harus Daftar dan Booking Tiket Masuk

Mulai Juli 2023, wisatawan yang ingin mendaki Gung Marapi harus mendaftar terlebih dulu secara online di laman BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sumatera Barat.

Dengan pendaftaran ini, nantinya para pendaki dapat melakukan pendakian melalui tiga pintu Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, yaitu Batu Palano yang berlokasi di Kabupaten Agam, atau lewat Koto Baru, dan Aie Angek di Kabupaten Tanah Datar.

Baca Juga: Basarnas Ungkap 11 Orang Pendaki Gunung Marapi Ditemukan Meninggal Dunia

4. Banyak Sumber Air di Gunung Marapi

Ada banyak tanda yang biasanya berwarna kuning di Gunung Marapi. Tanda ini merupakan simbol untuk area yang baik digunakan untuk berkemah atau adanya sumber air di Bagian bawah jalan setapak.

Gunung Marapi menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Nagari Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat.

Sumber air paling dekat dengan kaki gunung terdapat pada ketinggian 1.400 mdpl. Selanjutnya, di ketinggian 1.500 mdpl, ada sumber air yang berbentuk genangan kecil yang disebut Sumur Kodok.

Sumber air bersih lain ada di ketinggian 1.575 mdpl, 1.600 mdpl dan 1.645 mdpl.

5. Gunung Marapi Situs Pertama yang Dihuni Orang Minangkabau

Menurut sejarah, gunung Marapi adalah situs yang pertama kali dihuni oleh orang Minangkabau, setelah kapal mereka mendarat di gunung ketika ukurannya hanya sebesar telur dan dikelilingi oleh air.

Ada sejumlah besar batu penguburan tegak alias menhir di sekitar Gunung Marapi, yang menunjukkan makna budaya Minangkabau.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU