Sabtu, 09 MEI 2026 • 21:32 WIB

Fakta Baru Kecelakaan Kereta di Bekasi, Taksi Green SM Ternyata Lama Belum diservis

Author

Kemenhub panggil pihak Green SM terkait kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru berkaitan dengan mobil taksi Green SM yang menjadi pemicu kecelakaan maut antar kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Rupanya, taksi tersebut sudah lama belum dilakukan perawatan atau servis.

"Terkait tentang informasi dari Depot Manajer Operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 km itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Budi menyebut perawatan rutin ini tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Mobil taksi listrik tersebut malah tetap digunakan meski belum menjalani perawatan.

Baca juga: Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

"Sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance," ucapnya.

Untuk itu, Polda Metro Jaya sendiri masih mendalami terkait ada tidaknya kaitan antara mobil yang belum diservis dengan peristiwa kecelakaan itu.

"Nah kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian," tuturnya.

Baca juga: Babak Baru Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Temukan Unsur Pidana

Dalami Unsur Mangnetik

Di sisi lain, Pusat Laboratorium Forensik Polri (Labfor) termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sendiri juga tengah mendalami terkait kaitan magnetik antara rel kereta dengan mobil tersebut.

"Ini masih didalami apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online, ini masih didalami oleh Puslabfor begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel," kata Budi.

"Tim ini masih bekerja untuk mendalami. Kami minta teman-teman untuk bisa bersabar, nanti kami akan meng-update terkait tentang informasi hasil dari Puslabfor termasuk dari KNKT," pungkas Budi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU