Sabtu, 09 MEI 2026 • 15:40 WIB

Sapi Berbobot 1,13 Ton Bernama Parikesit Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Author

Sapi Parikesit yang menjadi hewan kurban Prabowo. (istimewa)

INDOZONE.ID - Salah satu sapi dari Mulyani Rejeki Farm Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan qurban Presiden Prabowo. Sapi ini berjenis Simental dengan bobot 1,13 ton dan sudah berusia 4 tahun.

Demikian dijelaskan Kuncoro, pemilik Mulyani Farm, saat ditemui di kandangnya, Sabtu (9/5/2026). Lebih lanjut Kuncoro menjelaskan, sapi Parikesit ini terpilih setelah pihak Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melakukan monitoring dan inventarisasi ke para peternak sapi di seluruh Sukoharjo.

“Setelah melalui proses panjang, akhirnya sapi Parikesit inilah yang terpilih dibeli oleh tim Presiden Prabowo,” jelas Kuncoro di depan sejumlah wartawan.

Setelah dibeli Presiden Prabowo, sapi tersebut mendapatkan perawatan ekstra. Dari segi pakannya untuk proteinnya di atas standar, diberi vitamin secara berkala, mandi dua kali sehari yaitu pagi dan sore, serta pengawasan lainnya.

Baca juga: Brimob Kepung Kantor di Hayam Wuruk, Ternyata Terkait Judol Internasional

“Karena sapi ini sudah dibeli Sekneg, otomatis menjadi hak milik negara, pengawasannya harus ekstra,” lanjut Kuncoro.

Saat ini di kandang Mulyani Rejeki Farm mempunyai 70 ekor sapi berbagai jenis. Ada PO, Simental, Limosin, Charolais, dan lain-lain. Untuk harga sapi Parikesit yang dipilih tim Prabowo, Kuncoro enggan menyebutkan nominalnya.

“Sebaiknya tanya langsung ke Sekretariat saja kalau masalah harga,” jawab Kuncoro tersenyum.

Kuncoro menceritakan, sapi Parikesit ini ia rawat sejak kecil. Asal-usulnya jelas, yaitu berasal dari inseminasi buatan yang dilakukan oleh mantri hewan dari Disnakan Sukoharjo. 

Baca juga: Kapolri Rombak Posisi Dirlantas Polda Metro, Kombes Komarudin Digeser ke Propam

Bibitnya dari sapi jenis Simental dan pejantannya sapi jenis PO.

Selanjutnya, sapi tersebut akan dikirim ke Masjid Darussalam Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Sehari sebelum Idul Adha, sapi akan diantar ke alun-alun Sukoharjo, untuk dilakukan kegiatan seremonial penyerahan hewan qurban oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kepada perwakilan para penerima.  

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, sebelumnya pihak Disnakan melakukan identifikasi terhadap para peternak yang mempunyai kualitas yang ekstrem atau di atas rata-rata. 

Baca juga: Nelayan Pantura Demo Imbas BBM Rp30 Ribu per Liter, Banyak Kapal Kini Pilih Bersandar

Berdasarkan inventarisasi yang sudah dilakukan Disnakan, akhirnya sapinya Kuncoro yang ditawarkan ke Sekretariat Negara dengan sistem penawaran melalui online, dan video call untuk menunjukkan sepsifikasinya.

“Kami melakukan penawaran ke Sekneg sudah satu bulan yang lalu, melalui pendaftaran online, dan video call juga, untuk menunjukkan spesifikasi sapinya. Akhirnya pihak Sekneg setuju untuk memilih sapi milik Pak Kuncoro ini,” ujar Bagas. 

Pertimbangannya, karena sapinya sehat, bobot minimal 900 kilogram. Sementara sapi simental yang dipilih ini berbobot di atas 900 kilogram. Asal-usul sapi juga jelas, dari peranakan bibit unggul, lanjut Bagas.

Dari sisi tugas dinas, pihaknya terus memantau sapi selalu dalam kondisi sehat sampai hari H. Untuk menunjang semua itu, berbagai pemeriksaan sudah dilakukan baik pemeriksaan darah, feses dan  pemeriksaan anatominya.

Baca juga: Polisi Periksa 3 Staf KAI Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi, Salah Satunya Kepala Sinyal

“Semuanya sudah memenuhi syariat, sehat, vaksinansi PMK (penyakit mulut dan kuku) sudah kami lakukan Bulan Pebruari 2026, pengobatan cacing kami lakukan tanggal 22 Maret. Pengawasan kami lakukan terus-menerus,” kata Bagas.

Dengan dipilihnya sapi qurban dengan kualitas super ini, Bagas sangat mengapresiasi bahwa peternak Sukoharjo mampu menghasilkan sapi-sapi yang cukup berkualitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU