Senin, 27 APRIL 2026 • 12:10 WIB

Dari Guru Berprestasi ke Pelaku Penembakan, Ini Profil Lengkap Cole Tomas Allen

Author

Cole Tomas Allen, Terduga pelaku penembakan Donald Trump. (Truth Social/Donald Trump)

INDOZONE.ID - Nama Cole Tomas Allen jadi perbincangan dunia setelah menerobos keamanan dan melepaskan tembakan di acara makan malam White House Correspondents' Dinner yang dihadiri Presiden AS, Donald Trump berserta pejabat tinggi lainnya pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Dalam insiden itu, seorang  agen Secret Service terluka usai terkena tembakan. Sementara Donald Trump dan istri, Melania Trump beserta tamu penting lainnya langsung dievakuasi ke tempat aman usai terdengar beberapa kali suara tembakan di luar ballroom Washington Hilton Hotel.

Dalam artikel ini, kita akan membahas profil lengkap Cole Tomas Allen dan motifnya melakukan penembakan di acara yang dihadiri Donald Trump.

Baca juga: Dunia Bereaksi! Para Pemimpin Dunia Kutuk Percobaan Pembunuhan Donald Trump

Siapa Cole Tomas Allen?

Profil LinkedIn Cole Tomas Allen. (dok. Istimewa)

Berdasarkan penelusuran di profil media sosialnya, Cole Tomas Allen berusia 31 tahun dan tinggal di Torrance, California, sebuah kota di wilayah metropolitan Los Angeles dengan populasi sekitar 140.000 jiwa.

Ia diketahui bekerja sebagai guru, insinyur, sekaligus pengembang video game yang tinggal di California Selatan.

Di profil LinkedIn-nya, Allen menggambarkan dirinya sebagai pengembang game, insinyur, ilmuwan, dan guru. Ia meraih gelar sarjana teknik mesin dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2017, serta gelar magister ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills pada 2025.

Allen juga pernah mengikuti program riset musim panas di Jet Propulsion Laboratory milik NASA pada 2014, di mana ia mengembangkan kemampuan pemodelan planet di sekitar sejumlah bintang.

Dalam profil LinkedIn-nya, Allen juga diketahui bekerja sebagai guru paruh waktu di C2 Education selama lebih dari enam tahun, sebuah lembaga yang fokus pada persiapan ujian masuk perguruan tinggi.

Ia mendapat penghargaan sebagai "Guru Terbaik" pada Desember 2024 di kantor C2 wilayah Torrance.

Selain itu, Allen mengaku telah bekerja sebagai pengembang game independen selama tujuh tahun. Ia mengembangkan game berjudul “Bohrdom” yang dirilis di Steam.

Dugaan Motif Penembakan

Petugas keamanan saat menangkap pelaku penembakan di acara jamuan makan malam White House Correspondents, Cole Tomas Allen. (Bill Frischling/ CQ Roll Call/Handout via REUTERS)

Menurut laporan awal penegak hukum setempat, Allen menargetkan pejabat tinggi pemerintah AS. 

Dilansir CBS News, aparat hukum menelusuri akun media sosialnya dan menemukan konten yang mengkritik pemerintahan Trump. 

Selain itu, aparat juga menemukan konten anti-Kristen di akun media sosial pelaku. Allen juga diketahui pernah menghadiri aksi protes “No Kings” di California.

Saat melakukan aksinya, Allen membawa senapan, pistol, dan sejumlah pisau. Ia disebut telah mengumpulkan senjata tersebut secara legal dalam beberapa tahun terakhir, termasuk membeli senapan delapan bulan lalu dan pistol semi-otomatis pada Oktober 2023.

Aparat telah menggeledah rumah Allen di California untuk mencari bukti lebih lanjut. Polisi menemukan bahwa Allen terdaftar sebagai pemilih tanpa afiliasi partai.

Meski begitu, Allen sempat menyumbang dana sebesar 25 dolar AS ke ActBlue, organisasi penggalangan dana untuk Partai Demokrat, pada Oktober 2024. 

Sempat Tulis Pesan ke Keluarga

Dilansir NBC News, Allen sempat mengirim pesan ke keluarganya sebelum beraksi. Dalam pesan itu, ia meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja dan orang-orang terdekatnya.

"Saya minta maaf kepada semua orang… yang telah menderita sebelum saya melakukan ini, dan yang mungkin akan menderita setelahnya, terlepas dari berhasil atau tidaknya tindakan saya," begitu bunyi pesan Allen.

Dalam pesan itu, ia mengkritik pemerintahan Trump, khususnya para pejabat administrasi. Ia menyebut, pejabat pemerintahan adalah target utama, sementara agen Secret Service hanya akan diserang “jika diperlukan” dan sebisa mungkin tidak mematikan.

Baca juga: Tersangka Penembakan di Acara Gedung Putih Akui Incar Pejabat Pemerintah AS

Allen juga menegaskan bahwa tamu hotel dan karyawan bukan target, begitu pula polisi Capitol, Garda Nasional, dan petugas keamanan hotel, kecuali jika mereka menyerangnya terlebih dahulu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TIME, News Sky

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU