Selasa, 17 MARET 2026 • 15:26 WIB

Dear Pemudik, Hindari Hal Ini jika Ingin Mudik Lewat Jalur Nagreg!

Author

Pengendara melintasi jalur Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

INDOZONE.ID - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengimbau para pemudik menghindari jam-jam padat saat melintas di Jalur Nagreg, terutama pada sore hingga malam hari.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengatakan arus lalu lintas di Jalur Nagreg umumnya mengalami peningkatan pada sore hingga malam hari.

“Biasanya untuk jalur mudik di Nagreg mengalami peningkatan pada sore hari hingga malam hari. Untuk kondisi seperti sekarang, arus lalu lintas cenderung relatif ramai lancar dan tidak terlalu padat,” kata Ruddy seperti INDOZONE sadur dari Antara, Selasa (17/3/2026).

Dishub Bandung memprediksi puncak arus mudik di Jalur Nagreg yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut hingga Jawa Tengah terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Program Mudik Gratis Polri 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Peserta Siap Pulang Kampung

Ia menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada Lebaran tahun ini.

“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy.

Menurut dia, meski puncak arus diprediksi terjadi pada Jumat (20/3/2026), kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang.

Baca juga: Simak! Ini Jalur Alternatif Non Tol Jakarta-Bandung untuk Mudik Lebaran

“Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan kondisi fisik saat berkendara, tetapi juga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, pemudik juga disarankan memanfaatkan waktu libur yang lebih panjang dengan berangkat lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan.

“Dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret, masyarakat bisa mendistribusikan waktu perjalanan sejak Rabu, Kamis, hingga Jumat, sehingga tidak menumpuk pada H-1,” kata Ruddy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU