INDOZONE.ID - Hujan deras disertai angin beliung yang melanda wilayah Klaten dan sekitarnya menyebabkan banyak kerusakan. Di antaranya, bangunan untuk SPPG di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, roboh. Bahkan atap yang terbuat dari galvalum dan baja ringan runtuh dan terlempar sejauh 100 meter.
Peristiwa bencana alam tersebut terjadi pada Jumat sore (7/3/2026). Akibatnya, pengelola mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.
Menurut Danang Hery Subiantoro, pengelola SPPG tersebut, proses pembangunan sudah berjalan selama 20 hari dengan sistem kerja 24 jam nonstop yang terbagi dalam dua shift. Bangunan tersebut rencananya akan digunakan sebagai dapur SPPG.
Saat ini, pembangunan sudah mencapai sekitar 50–60 persen. Lokasi bangunan juga dinilai sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya di area persawahan.
"Menurut rencana, bila semuanya lancar, setelah Lebaran ini SPPG akan beroperasi," jelas Danang saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/3/2026).
Baca juga: BGN akan Hentikan Sementara SPPG yang Belum Penuhi Standar Program MBG
Danang menambahkan, bangunan SPPG tersebut sudah sesuai standar yang ditentukan dengan luas sekitar 400 meter persegi. Dinding bangunan juga dibuat menggunakan material hebel.
"Akibat kejadian ini, kami sudah memberitahu yayasan yang menaungi SPPG ini," lanjut Danang.
Pada Sabtu hingga Minggu, tim gabungan dari TNI-Polri, relawan Polanharjo, serta warga setempat bergotong royong memindahkan reruntuhan atap yang terlempar agar tidak mengganggu pemilik sawah.
Kapolsek Polanharjo, AKP Abdillah, yang berada di lokasi mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat sekitar pukul 16.10 WIB.
"Sebelum kejadian, para pekerja melakukan pengecoran lantai. Setelah selesai, mereka beralih ke bagian depan. Tidak lama kemudian angin kencang datang dan merobohkan tembok. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," jelas Kapolsek.
Selain merobohkan bangunan tersebut, menurut Kepala BPBD Klaten, Syahruna, angin kencang juga melanda beberapa desa lainnya.
Di antaranya, atap garasi bus di Desa Ponggok juga terlempar. Selain itu, pohon tumbang terjadi di tempat wisata Umbul Besuki (Ponggok) serta pohon besar tumbang di Objek Mata Air Cokro (OMAC) Tulung.
"Semuanya tidak ada korban jiwa. Saat ini masih dilakukan proses gotong royong di beberapa lokasi," kata Syahruna.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan