Sabtu, 07 MARET 2026 • 14:48 WIB

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diperpanjang, Kemnaker Buka Kesempatan Lebih Luas bagi Pencari Kerja

Author

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah (Dok. Biro Humas Kemnaker)

INDOZONE.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. 

Keputusan ini memberi kesempatan tambahan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja melalui program pelatihan gratis dari pemerintah. Sebelumnya, pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026.

Mengutip keterangan resminya, program ini menyediakan 20.000 kuota peserta dan dilaksanakan di berbagai pusat pelatihan milik pemerintah, termasuk 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta sejumlah Balai Latihan Kerja daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Program terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2023–2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perpanjangan pendaftaran dilakukan agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan program ini.

Baca juga: Kemnaker Tekankan Keterbukaan dan Partisipasi Bermakna dalam Revisi UU Ketenagakerjaan

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah.

Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran, tahapan seleksi juga mengalami penyesuaian. Pendaftaran dan pengisian asesmen Siap Latih dibuka hingga 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.

Pelatihan Vokasi Nasional Kemnaker (Dok. Biro Humas Kemnaker)

Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara akan berlangsung pada 25–28 Maret 2026, diikuti pengumuman peserta yang lolos pada 29 Maret 2026. Program pelatihan sendiri akan dimulai dengan kick off dan orientasi pada 1 April 2026.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform Skillhub Kemnaker. Calon peserta harus membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu, kemudian mengikuti tahapan seleksi yang tersedia, mulai dari Asesmen Kecocokan Kerja, Self Potential Inventory (SPI), hingga memilih program pelatihan yang diminati.

Baca juga: Cara Wamen Noel Minta Motor Dikasih Ducati oleh Sultan Kemnaker

Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan. Fasilitas tersebut meliputi pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat pelatihan dari balai pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, fasilitas asrama juga disediakan bagi peserta yang memenuhi kriteria dan sesuai dengan ketersediaan.

Pada Batch 1, program pelatihan mencakup berbagai bidang yang dibutuhkan industri, seperti teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi.

Beberapa program yang tersedia antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Darmawansyah menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di dunia industri secara langsung.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia berharap tambahan waktu pendaftaran dapat membantu penyebaran informasi program secara lebih luas sehingga kuota peserta dapat terpenuhi.

“Kami berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, informasi mengenai Pelatihan Vokasi Nasional semakin menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. Target 20.000 peserta Batch 1 diharapkan dapat terpenuhi, karena setiap kursi yang tersedia adalah peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depannya,” pungkas Darmawansyah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU