Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 16:55 WIB

Menaker Yassierli Luncurkan Program Vokasi Nasional 2026, Target 60 Ribu Lulusan SMA-SMK

Author

Menaker Yassierli perkenalkan program Vokasi Nasional (INDOZONE/Hanisa June Sabrina)

INDOZONE.ID - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program ini ditujukan bagi lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir dengan skema pelatihan gratis dan berbasis kebutuhan industri.

“Alhamdulillah, di bulan Ramadan ini kita meluncurkan program pelatihan vokasi nasional tahun 2026 yang seluruh rangkaiannya diselenggarakan oleh pemerintah secara gratis,” ujar Menteri Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker, Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan, program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis dan nonteknis.

“Program ini disusun untuk memperkuat kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, dan sikap kerja agar peserta benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” katanya.

Menteri Yassierli menyebut pelatihan akan digelar dalam tiga gelombang. 

Baca juga: Menaker Yassierli Sambut Baik Kehadiran INMF: Siap Mendukung dan Kolaborasi

“Targetnya ada tiga batch. Per batch 20 ribu peserta, jadi total 60 ribu orang,” jelasnya.

Program ini dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta satuan layanan kementerian di tingkat provinsi. Tersedia lebih dari 822 kelas dengan metode luring, daring, maupun hybrid.

“Ada yang dua minggu, satu bulan, sampai tiga bulan. Detailnya bisa dilihat di website resmi,” ujarnya.

Ia menekankan pendekatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi kunci utama.

Baca juga: Cara Wamen Noel Minta Motor Dikasih Ducati oleh Sultan Kemnaker

“Kita mengedepankan kurikulum pelatihan yang kuat dan dekat dengan dunia usaha. Harapannya, lulusan bisa langsung sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tegas Yassierli.

Dalam program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan gratis, tetapi juga sejumlah fasilitas penunjang.

“Peserta akan mendapatkan bantuan transport, JKK, dan JKM,” kata Yassierli.

Untuk pelatihan tertentu, pemerintah juga menyediakan asrama bagi peserta dari luar daerah. “Termasuk pengelolaan asrama dan bantuan lainnya, itu akan diatur dan dikelola oleh pemerintah,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikasi kompetensi berbasis standar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikasi kompetensi berbasis BNSP,” ujarnya.

Seleksi dan Anggaran APBN

Menjawab pertanyaan terkait mekanisme bantuan, Yassierli menjelaskan skema program ini berbeda dengan bantuan langsung tunai.

Menaker Yassierli perkenalkan program Vokasi Nasional (INDOZONE/Hanisa June Sabrina)

“Teknisnya nanti dikelola oleh pemerintah. Akan ada seleksi. Jadi pelaksanaannya diatur langsung, berbeda dengan skema transfer tunai,” jelasnya.

Baca juga: Menaker: Jangan Anggap Tabu Perpindahan Posisi di Organisasi

Program ini telah didukung anggaran dari APBN. Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan dan tingkat partisipasi masyarakat.

“Kita sudah punya anggaran. Nanti akan kita evaluasi. Kalau antusiasmenya bagus, tentu kita berharap jumlahnya bisa ditingkatkan,” kata Yassierli.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap situs palsu yang mengatasnamakan program tersebut.

“Semuanya ada di website resmi, skillhub.kemnaker.go.id. Perlu diperhatikan, ada beberapa website palsu. Pastikan yang diikuti adalah yang resmi,” tegasnya.

Integrasi Kebijakan Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga menyinggung rencana penyusunan regulasi ketenagakerjaan baru.

Baca juga: Menaker Raih Penghargaan Pioner Transformasi dan Kemitraan Ketenagakerjaan

“Nanti itu akan masuk di dalam undang-undang yang baru. Semuanya akan diintegrasikan di dalam undang-undang ketenagakerjaan yang baru,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

“Program ini akan terus kita dorong sesuai arahan Bapak Presiden, agar kualitas tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU