Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 17:00 WIB

Apa Itu Sekuler? Pengertian, Sejarah, dan Contoh Negara Sekuler di Dunia

Author

Kota Istanbul, Turki yang merupakan contoh negara sekuler. (Freepik/user12555082)

INDOZONE.ID - Istilah sekuler sering muncul dalam diskusi politik, agama, hingga kehidupan sosial modern. Namun, apa sebenarnya maknanya?

Banyak orang yang menganggap bahwa antara sekuler, sekularisme, dan sekularisasi adalah sama. Namun sebenarnya ketiga istilah ini berbeda.

Dalam artikel ini, kita akan bahas pengertian sekuler, sekularisme dan sekularisasi. Tak cuma itu, kita juga akan membahas sejarahnya, serta memberikan contoh negara sekuler.

Baca juga: Rano Karno Berbusana Khas Betawi di Resepsi 75 Tahun Persahabatan Indonesia–Turki: Jakarta dan Ankara Disatukan Budaya

Pengertian Sekuler

Sekuler berasal dari bahasa Latin yakni saeculum yang artinya dunia atau masa sekarang. Secara umum, sekuler merupakan paham yang memisahkan kepentingan atau urusan agama dari urusan pemerintahan atau negara.

Dalam konteks modern, sekuler merujuk pada hal-hal yang bersifat duniawi dan tidak berkaitan langsung dengan ajaran agama.

Ada 3 prinsip sekuler dalam praktik kenegaraan, yakni:

  • Negara bersikap netral terhadap semua agama.
  • Hukum dan kebijakan publik tidak didasarkan pada doktrin agama tertentu.
  • Kebebasan beragama dijamin oleh negara.

Perbedaan Sekuler, Sekularisme dan Sekularisasi

Sekular (secular)

Merujuk pada ranah kehidupan manusia di luar agama. Dalam konteks modern, istilah ini menggambarkan cara hidup yang menekankan rasionalitas ilmiah dan kebebasan individu.

Sekularisme (secularism)

Merupakan pandangan filosofis yang cenderung tidak menjadikan agama sebagai dasar utama dalam memahami dunia maupun dalam menentukan nilai etika. Sekularisme bisa saja bersinggungan dengan ateisme, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama.

Sekularisasi (secularization)

Mengacu pada proses historis di mana kepercayaan dan praktik keagamaan mengalami penurunan dalam kehidupan masyarakat.

Dalam konteks politik, sekularisme biasanya berarti kebijakan resmi negara modern yang mengatur hubungan antara negara dan agama.

Sejarah Singkat Istilah Sekuler

Istilah sekuler berawal dari umat Kristen Eropa di abad pertengahan, yang merujuk pada kehidupan duniawi yang bersifat sementara, berbeda dengan kehidupan spiritual yang diyakini bersifat kekal.

Sekuler dalam edisi pertama Encyclopædia Britannica (1768–1771) dijelaskan sebagai sesuatu yang bersifat duniawi dan berlawanan dengan urusan gerejawi.

Sementara istilah sekularisme pertama kali dipakai oleh pemikir Inggris, George Holyoake pada 1851. Kala itu, ia menggunakan sekularisme untuk menggambarkan sebuah filsafat sipil dan etika yang tidak berbasis agama, sekaligus menghindari konotasi negatif istilah ateisme.

Bedanya Negara Sekuler dan Negara Berbasis Agama

Masyarakat di negara berbasis agama. (Freepik)

Sebelum memahami sekularisme lebih jauh, ada baiknya membedakan antara negara sekuler dan negara berbasis agama.

Berikut ini perbedaan ciri-ciri negara sekuler dan negara berbasis agama:

Negara Sekuler

  • Negara bersikap netral terhadap semua agama.
  • Negara tak menjadikan agama sebagai dasar negara
  • Hukum berlandaskan konstitusi dan prinsip hukum sipil
  • Pemerintah bukan dari kalangan pemuka agama

Contoh negara sekuler di dunia ada banyak, paling terkenal adalah Prancis Amerika Serikat dan Turki.

Negara Berbasis Agama

  • Agama tertentu dijadikan dasar negara.
  • Hukum negara bersumber atau sangat dipengaruhi oleh hukum agama.
  • Pemimpin agama berperan sentral dalam pemerintahan.

Salah satu contohnya yakni Iran, di mana sistem pemerintahannya dipengaruhi oleh otoritas keagamaan.

Penerapan Sekularisme di Berbagai Negara

Di beberapa negara, penerapan sekularisme tidak sama. Masing-masing negara melakukan gaya pendekatan yang berbeda.

Prancis (Laïcité): Menerapkan sekularisme yang ketat. Simbol-simbol agama dilarang di ruang publik pemerintahan dan sekolah negeri untuk menjaga netralitas total.

Amerika Serikat: Memisahkan gereja dan negara (Separation of Church and State), namun simbol agama masih sering muncul di ruang politik atau mata uang yang bertuliskan "In God We Trust".

Baca juga: AS Kembali Serang Perahu di Pasifik, Tiga Tewas. Korban Capai 148 Jiwa dalam 7 Bulan

Turki: Memiliki sejarah sekularisme yang kuat sejak masa Mustafa Kemal Atatürk, meskipun dalam beberapa tahun terakhir terjadi dinamika antara nilai sekuler dan nilai-nilai religius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU