INDOZONE.ID - Menjelang 1 Ramadan 2026, Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal puasa Ramadan yang dinantikan umat Islam.
Lewat sidang isbat ini, pemerintah menyatukan hasil pemantauan hilal dan kajian astronomi dengan pendapat para ahli serta perwakilan ormas Islam.
Lalu kapan sidang isbat akan digelar oleh Kemenag RI? Berikut ini informasi lengkapnya!
Baca juga: Hasil Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 1446 H Jatuh pada 6 Juni 2025!
Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Sidang dimulai pukul 16.00 WIB dan dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag.
"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta.
Abu Rokhmad menambahkan, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yakni pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.
"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu Rokhmad.
Mekanisme Sidang Isbat
Dalam pelaksanaan sidang isbat, pemerintah menggunakan metode Integrasi Hisab dan Rukyat, dengan landasan hukum terbaru yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026.
Berikut ini tiga tahapan proses sidang isbat:
1. Seminar Pemaparan Posisi Hilal
Tim Hisab Rukyat Kemenag memaparkan data astronomi mengenai posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia.
2. Sidang Isbat
Sidang isbat digelar tertutup dengan dihadiri oleh perwakilan ormas Islam (seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, dll), pakar astronomi (BMKG, BRIN), serta perwakilan negara sahabat.
3. Diumumkan Lewat Konferensi Pers
Setelah menggelar sidang isbat, Kemenag RI akan mengumumkan hasil keputusannya secara live di media massa.
Pendekatan Hisab dan Rukyatul Hilal
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, pemerintah menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha lewat metode Hisab dan Rukyah.
Metode hisab dilakukan dengan perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan dan matahari sebelum pengamatan lapangan dilaksanakan.
Baca juga: Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2025 Digelar 27 Mei, Simak Jadwal Lengkapnya
Adapun rukyatul hilal dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit ketika matahari terbenam di berbagai wilayah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan