Tangis Penerima Manfaat Bedah Rumah IDM PT TWC: Dulu Tinggal di Rumah Petak Kini Tinggal di "Istana"
INDOZONE.ID - Hermiyati (38 tahun) warga Dukuh Kwaron, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, menangis terharu.
Di tangannya kini terggenggam kunci rumah yang diserahkan Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM) PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Febrina Intan.
Hermiyati menangis memeluk erat Febri, disaksikan puluhan hadirin yang datang meresmikan Rumah Layak Huni tersebut, Kamis (15/1/2026).
Hari itu menjadi momentum yang indah dan tak terlupakan bagi pasutri Hermiyati dan Indra Purwanto (40 tahun).
Ibu berputra 3 orang tersebut, sama sekali tidak menyangka, kalau akan mempunyai rumah sebagus itu.
Baca juga: Tanggul Kalimalang Jebol, Wilayah Karawang Dilanda Banjir dan Warga Diminta Mengungsi!
"Bagi kami, ini sebuah istana, kami tidak membayangkan akan bisa mempunyai rumah sebagus ini," ujar Hermiyati menahan haru.
Dulu, mereka berempat tinggal dalam rumah yang tidak layak.
Hanya ada satu petak ruangan, yang digunakan untuk semua aktivitas.
Kamar mandipun, keluarga Hermiyati tidak punya. Mereka harus nebeng di rumah saudaranya yang juga sederhana.
Anak sulungnya yang sudah beranjak remaja putri, sudah duduk di bangku SMP.
Baca juga: TNI Berhasil Sambungkan Jalan Malalak Pascabencana Banjir Bandang di Sumbar
Ia menceritakan, anaknya yang sudah remaja, sering merengek untuk dibuatkan kamar sendiri, meskipun hanya sederhana.
Namun uang dari hasil kerja kedua orang tuanya tak pernah cukup untuk membuat kamar, apalagi merenovasi rumah.
Suami Hermiyati hanya pekerja serabutan di Yogyakarta, sedang ia sendiri membuka usaha kecil-kecilan laundry dan setrika.
Ketika keluarganya terpilih menjadi penerima manfaat, maka rasa syukur dan ucapan terimakasih tak henti ia haturkan.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama IDM Muhammad Tri Andhika mengatakan, bahwa bantuan bedah rumah ini merupakan salah satu program dari CSR tanggung jawab sosial dan lingkungan PT TWC untuk 52 Rumah Layak Huni.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Kota Besar Indonesia: Yuk, Sedia Payung!
Program ini sudah berjalan sejak tahun 2016. Tema programnya Tahun 2026 ini yakni "berdaya".
"Ini salah satu wujudnya keberdayaan masyarakat melalui program renovasi rumah ini," jelas Andhika.
Untuk kriteria penerima manfaat, lanjut Andhika, pihaknya berkoordinasi dengan pejabat setempat, karena dianggap lebih tahu kondisi warganya.
"Bantuan renovasi rumah ini senilai Rp 50 sampai Rp 60 juta, karena harus rombak total," tutur Andhika.
Febrina Intan menambahkan, dalam hari yang sama pihaknya juga harus meresmikan Rumah Layak Huni di Magelang.
Baca juga: Long Weekend Isra Miraj 2026, 643.232 Kendaraan Diprediksi Keluar Jabodetabek
Dirinya berharap, semoga pemberdayaan atau kebermanfaatan ini diutamakan untuk masyarakat yang berada di sekitar destinasi TWC.
"Ke depan, harapan kami, TWC akan terus memberikan dampak kepada masyarakat. Karena apa yang kami lakukan selama ini, berujung manfaat buat sesama," ucap Febri.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili staff ahli Joko Istanto sangat mengapresiasi dengan semua yang dilakukan pihak TWC.
"Dalam mengentaskan kemiskinan, bukan hanya tugas pemerintah saja, namun juga tugas berbagai pihak, salah satunya PT TWC. Kami sangat mengapresiasi dengan semua yang dilakukan PT TWC untuk kebaikan masyarakat Klaten," kata Joko.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klaten (Disperakim) Muh Anwar Shodiq mengatakan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Klaten untuk saat ini masih berjumlah 7000 dan direncanakan berkurang setiap tahunnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan