INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali ke Aceh untuk meninjau langsung dampak bencana di Sumatra.
Usai meninjau, Kepala Negara memimpin rapat terbatas terkait percepatan pemulihan.
Ia menekankan kecepatan penanganan, distribusi bantuan yang tepat sasaran, serta pentingnya solidaritas seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat.
1. Presiden Prabowo Tinjau Aceh dan Pimpin Ratas Pemulihan Bencana
Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Aceh pada Minggu (7/12) untuk melihat langsung kondisi di wilayah terdampak bencana.
Usai peninjauan, ia langsung memimpin rapat terbatas soal penanganan dan pemulihan bencana Sumatra di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda.
Dalam pembukaan rapat, Prabowo menyebut progres pembangunan Jembatan Bailey di Bireuen berjalan baik.
“Di satu minggu ini sudah bisa beroperasi sehingga jembatan-jembatan selanjutnya bisa sudah mulai dibuka,” ujarnya dikutip dari lama Setpres.
Baca juga: Presiden Pastikan Distribusi Bantuan Udara Tak Dilempar, Gunakan Sling Rope agar Tak Rusak
2. Fokus pada Kecepatan dan Ketepatan Penanganan
Prabowo menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah harus bergerak cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan warga.
Ia meminta operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama untuk mempercepat distribusi bantuan dan memulihkan konektivitas yang terputus.
Situasi di lapangan, menurutnya, cukup memprihatinkan.
“Sawah juga banyak yang rusak,” kata Prabowo.
Ia juga menerima laporan banyak bendungan jebol, baik besar maupun kecil, yang berdampak langsung pada sistem irigasi.
3. Dampak Bencana Sumatra dan Tantangannya
Bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga memukul produksi pangan.
Kerusakan rumah warga juga menjadi perhatian serius.
Prabowo menyebut permintaan bantuan dari para kepala daerah sudah masuk, termasuk dukungan pembangunan kembali rumah-rumah warga.
Ia menilai operasi pemulihan sudah berjalan masif, meski kondisi alam masih menyisakan tantangan di beberapa lokasi.
4. Prabowo Soroti Solidaritas dan Sinergi di Lapangan
Saat memberikan arahan di ratas, Prabowo mengapresiasi kekompakan tim di lapangan.
“Semua pejabat, semua petugas saya lihat di lapangan sepertinya semua bersatu, kompak, kerja semua untuk rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, bencana ini adalah ujian ketangguhan, tetapi Indonesia punya rekam jejak panjang dalam menghadapi musibah besar.
“Dengan kerja sama, kekompakan, kita mampu menghadapinya,” tegasnya.
5. Prioritas Obat-Obatan dan Pakaian untuk Warga
Prabowo memberi perhatian khusus pada distribusi bantuan. Ia menegaskan bahwa manajemen penyaluran harus lebih teliti agar kebutuhan mendesak tak tertunda.
“Obat-obatan harus segera, prioritas,” katanya.
Selain itu, kebutuhan pakaian juga disorot. Prabowo mendorong partisipasi publik melalui donasi pakaian layak pakai untuk menggerakkan solidaritas sosial dan gotong royong.
6. Monitoring Ketat dan Keputusan Cepat
Prabowo menyebut dirinya akan terus memantau situasi dan kebutuhan lapangan.
“Saya hanya mau tahu, dengar langsung apa yang dibutuhkan sehingga bisa ada keputusan cepat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa proses pemulihan akan dilakukan bertahap, terukur, dan berkelanjutan agar masyarakat di wilayah terdampak bisa kembali bangkit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres