Senin, 01 DESEMBER 2025 • 16:01 WIB

Update Korban dan Kendala Tragedi Bencana Tapanuli: Listrik Mati hingga Akses Terputus

Author

Warga menunaikan shalat di area rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung ke Tapanuli, SUmatera Utara, untuk menangani banjir dan longsor yang menewaskan puluhan orang.

Namun proses penanganan darurat terhambat oleh padamnya jaringan listrik, akses darat yang terputus, dan sulitnya komunikasi warga. 

Pemerintah pusat menyiapkan helikopter, logistik udara, hingga peralatan berat untuk percepatan evakuasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno tiba di Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11) untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Keduanya langsung menuju GOR Pandan untuk rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Sekda Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menjelaskan hambatan terbesar saat ini, yakni jaringan listrik mati total.

Kondisi ini bukan hanya memutus komunikasi warga, tapi juga mengganggu suplai air bersih, internet, dan distribusi BBM.

Upaya Memulihkan Listrik dan Komunikasi

Saat menerima laporan tersebut, Suharyanto langsung menghubungi Direktur Utama PLN dan menawarkan dukungan helikopter untuk mengangkut teknisi ke area yang sulit dijangkau.

“Kami ada heli di bandara Pinangsori dan Silangit. BNPB akan siapkan helinya untuk perbaikan listrik,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Senin, (1/12/2025).

Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Ia menegaskan bahwa pemulihan listrik harus diprioritaskan.

“Ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM,” lanjutnya

BNPB juga mengirimkan genset dan perangkat Starlink untuk membuka kembali jalur komunikasi di sejumlah titik yang terisolasi.

Baca juga: Pemerintah Kerahkan 28 Helikopter untuk Distribusi Bantuan dan Evakuasi Bencana di Sumatera

Kondisi Terkini Tapanuli dan Korban

BNPB mencatat dampak besar di Tapanuli Tengah. Sebanyak 73 orang meninggal dunia, 104 masih dicari, dan 508 luka-luka hingga Minggu (30/11) pukul 17.00 WIB.

Lokasi masih sulit dijangkau lewat jalur darat karena material longsor menutup beberapa titik jalan Terutung–Sibolga. Akses udara dari Tapanuli Utara menjadi satu-satunya pilihan evakuasi cepat.

Sementara itu, kondisi di Tapanuli Selatan juga parah, meski akses darat sudah kembali terbuka. Ada 52 korban meninggal, 48 hilang, dan 58 orang masih dirawat.

Suharyanto dan Pratikno meninjau langsung Desa Hotagodang, Batangtoru, dan melihat kerusakan rumah, kendaraan, serta endapan lumpur dan batang kayu yang terseret arus.

Di posko lapangan, Suharyanto meminta pembersihan wilayah diprioritaskan menggunakan alat berat karena banyaknya kayu berukuran besar yang menutup area pemukiman.

Bantuan Darurat Terus Mengalir

BNPB kembali mengirim bantuan logistik dan makanan melalui jalur udara. Ke Tapanuli Tengah, sembilan genset dan perangkat Starlink diterbangkan dari Bandara Silangit menuju Pinangsori. Bantuan makanan juga di-drop dari udara akibat akses darat yang terputus.

Untuk Tapanuli Selatan, BNPB mengirim 100 chainsaw demi mempercepat pembersihan kawasan pascabanjir, sesuai permintaan Bupati setempat.Saat ini, BNPB menekankan tiga prioritas utama, yaitu operasi pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar warga, serta pemulihan akses transportasi dan komunikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BNPB

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU