Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 16:30 WIB

Kisah Pria Dijebak hingga Dipaksa Kerja di Kamboja, Diculik sampai Diancam

Author

Ilustrasi pria dijebak kerja di Kamboja, diculik hingga diancam. (ChatGPT)

INDOZONE.ID - Seorang pria asal Bogor, Jawa Barat, diduga menjadi korban eksploitasi, lantaran dipaksa bekerja dalam sindikat penipuan di negara Kamboja

Kini, korban berhasil kabur dan masih mendapat pengancaman.

Firman, orangtua korban membeberkan kronologi kasus yang mendera anaknya. 

Baca juga: Selamatkan Korban TPPO di Kamboja Asal Asir Asir, Hamdan Apresiasi Pemerintah Aceh Tengah

Peristiwa ini bermula saat korban diajak bekerja oleh temanya yang sudah dikenal sejak SD.

"Awal mula diajak kerja oleh kenalan yang sudah lama kenal dari semenjak SD. Mengajak kerja di Singapura selama sebulan," kata Firman kepada wartawan, Sabtu (25/10/2025).

Korban kemudian pergi ke Singapura pada bulan September 2025, lalu dan bekerja sebagai customer service di salah satu perusahaan di sana. 

Pada Jumat, 17 Oktober 2025, korban kemudian diajak rekannya berlibur menggunakan pesawat.

"Kemungkinan apa dia dimutasi atau diajak jalan-jalan karena anak saya percaya dengan temannya. Pasport dia yang pegang, tidak paham, ternyata bandara tempat mendarat itu adalah daerah Kamboja," kata Firman.

"Anak saya belum sadar sampai dia sampai di sebuah toko dan besoknya diculik di depan toko itu dan disandera, dijadikan pekerja paksa untuk penipuan online," sambungnya.

Korban Berhasil Kabur

Selama bekerja, korban akhirnya mendapat kesempatan untuk melarikan diri pada 21 Oktober 2025 lalu. 

Korban awalnya diperintah untuk memesan makanan via online dan mengambilnya di depan ruko.

Kesempatan itu digunakan korban untuk melarikan diri. Korban memesan taksi online dan kabur menuju Kantor KBRI.

"(Anak saya) kabur jam 5-an pagi baru bisa pesan mobil untuk kabur. Berangkat 7 jam menuju KBRI, akhirnya sampai di KBRI, tapi katanya proses urus berkas katanya lama bisa sampai enam bulan," kata Firman.

Baca juga: Melihat Perbandingan Kekuatan Militer Thailand Vs Kamboja, Siapa yang Lebih Unggul?

Lanjutnya, Firman menyebut anaknya saat ini dalam kondisi luntang-lantung. Dirinya juga harus memberikan uang agar korban di sana bisa menginap dan makan.

"Tidak ada tempat tinggal, kami harus cari biaya sendiri untuk (anak saya) menginap, makan juga, biaya tiket di hotel sekitar KBRI sedangkan kami orangtua tidak punya uang untuk biaya itu. Kami hanya orang biasa yang sehari-hari biaya cukup hanya buat makan," paparnya.

Meski kini sudah berada dalam perlindungan KBRI, korban mendapat teror dari sejumlah nomor tidak dikenal. 

Kini, orang tua korban berharap anaknya bisa segera dipulangkan oleh KBRI.

"Kami mohon bantuannya untuk masalah kami ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU