Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 19:00 WIB

Sinergi Pemkab dan Tokoh Agama: Strategi Banyuwangi Jaga Kerukunan di Tengah Tantangan Efisiensi

Author

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para tokoh agama untuk terus menguatkan ketahanan keluarga serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. (sumber: banyuwangikab.go.id)

INDOZONE.ID - Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat sebagai fondasi menjaga stabilitas dan kerukunan.

Dalam sebuah pertemuan penting, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara khusus menyampaikan arahan strategis kepada para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Rapat koordinatif ini digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan pada Sabtu, 27 September 2025, dan dihadiri perwakilan dari berbagai lintas iman.

Baca juga: Temui Sultan HB X , FUI DIY Harap Ingub Miras Ditindaklanjuti: Libatkan Tokoh Agama dan Masyakarat

Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah antisipatif dan visioner. Ipuk menyadari bahwa di tengah situasi yang menuntut efisiensi, dibutuhkan pendekatan lebih cerdas dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Bupati Ipuk menegaskan, para tokoh agama memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membimbing serta menenun nilai-nilai kebajikan di tengah masyarakat.

Arahan Bupati Ipuk berpusat pada dua hal utama: penguatan ketahanan keluarga dan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kerukunan. Ia menilai keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter individu.

“Keluarga yang harmonis adalah awal dari semua kebaikan,” tegasnya.

Ipuk kemudian mencontohkan, banyak persoalan sosial di masyarakat berakar dari keluarga yang tidak harmonis, mulai dari kriminalitas hingga korupsi. Untuk memutus rantai ini, ia meminta dukungan langsung dari tokoh agama agar menyisipkan pesan-pesan praktis dalam setiap dakwah atau pengajian. Materi yang dianjurkan antara lain parenting, perencanaan keuangan keluarga, hingga topik yang mendukung terciptanya keluarga harmonis dan sejahtera.

Selain itu, Ipuk juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika sosial. Ia mengharapkan tokoh agama berperan aktif menjaga kondusivitas lingkungan dan mendeteksi dini potensi ancaman terhadap kerukunan umat beragama. Hal ini semakin krusial karena pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi yang bisa mengurangi sejumlah program kemasyarakatan.

“Pendekatan yang tepat dari para tokoh sangat diperlukan agar situasi ini tidak menimbulkan gejolak sosial yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Banyuwangi tetap bertekad mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Tujuannya agar perekonomian tumbuh dan lapangan kerja tersedia.

“Kami akan terus berinovasi melahirkan program yang berdampak besar. Anggaran efisien, tapi outcome harus optimal,” tegas Bupati Ipuk.

Baca juga: Gempa 5,7 SR Guncang Banyuwangi, Getarannya Terasa Sampai Surabaya dan Bali

Dengan terciptanya kesejahteraan yang merata, diharapkan akan terbentuk bantalan sosial kuat yang secara alami menjaga stabilitas dan kerukunan di Banyuwangi.

Melalui sinergi erat ini, Banyuwangi terus melangkah menuju masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara material, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangikab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU