Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 16:08 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Dapur MBG Dipengkapi Alat Uji Khusus demi Cegah Keracunan

Author

Presiden RI, Prabowo Subianto di Munas PKS. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDOZONE.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto menginstruksikan agar setiap dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilengkapi dengan alat uji khusus untuk memastikan kualitas makanan sebelum dibagikan ke sekolah-sekolah, anak balita, maupun ibu hamil.

Penggunaan alat uji ini menjadi bagian dari prosedur standar operasional (SOP) yang wajib dijalankan semua SPPG, agar kasus keracunan makanan tidak terulang di kemudian hari.

"Jadi, saudara-saudara, 30 juta (penerima) kita bangga, kita risau masih ada (kasus keracunan), makanya kita tertibkan semua SPPG, semua dapur MBG. Kita sudah bikin SOP, semua alat harus dicuci pakai alat modern, dan tidak terlalu mahal untuk membersihkan, untuk membunuh semua bakteri. Kita juga perintahkan semua dapur harus punya test kit, alat uji, sebelum distribusi harus diuji dulu semua, dan langkah preventif lainnya," kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam acara musyawarah salah satu partai politik di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Prabowo Segera Panggil Kepala BGN Bahas Kasus Keracunan Program MBG

Lebih lanjut, Presiden Prabowo membeberkan jika per hari ini sudah 30 juta orang yang merasakan manfaat makan bergizi gratis, yang di antaranya anak-anak sekolah, anak-anak balita, dan ibu hamil.

"Kita mengerti 30 juta suatu prestasi, tetapi ingat sasaran kita masih jauh, sasaran kita adalah 82 juta penerima manfaat. 30 juta, kita boleh bangga, tetapi saya sebagai Presiden masih-masih sangat sedih karena masih 50 juta anak-anak dan ibu hamil menunggu. Namun, kita tidak bisa paksakan untuk lebih cepat. Sekarang saja, bisa terjadi penyimpangan. Bayangkan kalau kita paksakan dengan secepatnya mungkin penyimpangan atau kekurangan bisa terjadi lebih dari itu," lanjut Prabowo.

Kepala Negara menyoroti adanya pelanggaran SOP oleh sejumlah SPPG yang menyebabkan puluhan kasus keracunan makanan. Akibatnya, lebih dari 5.000 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdampak, terutama dalam periode Januari hingga September 2025. 

Badan Gizi Nasional mencatat, sepanjang Januari–September 2025 ada 70 insiden keamanan pangan, termasuk keracunan, yang menimpa 5.914 penerima MBG. 

Dari jumlah itu, sembilan kasus terjadi di wilayah I Sumatera dengan 1.307 korban, 41 kasus di wilayah II Pulau Jawa dengan 3.610 korban, serta 20 kasus di wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara dengan 997 korban.

Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah bakteri berbahaya sebagai penyebab keracunan, mulai dari e-coli yang ditemukan pada air, nasi, tahu, dan ayam; staphylococcus aureus pada tempe dan bakso; salmonella pada ayam, telur, dan sayur; hingga bacillus cereus pada menu mie.

Baca juga: Buntut Keracunan Massal, Program MBG Tuai Pro Kontra dari Masyarakat

Selain itu, juga ditemukan bakteri coliform, PB, klebsiella, dan proteus dari air yang terkontaminasi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU