Lansia 87 Tahun Ikut Wisuda di Sekolah Lansia Jakarta, Bikin Gubernur DKI Pramono Anung Tersentuh!
INDOZONE.ID - Jakarta kembali mencatat sejarah penting dalam upaya mewujudkan kota ramah lansia. Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, menjadi saksi Wisuda Akbar Sekolah Lansia “Senior School PINTAR (SSP)” tingkat Provinsi DKI Jakarta, Kamis(18/9/2025).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menginisiasi program khusus bagi warga senior.
Menurutnya, Sekolah Lansia hadir untuk meningkatkan pengetahuan, kemandirian, dan produktivitas, sekaligus menurunkan angka kesakitan lansia melalui pendekatan promotif-preventif.
Sejak diluncurkan pada November 2024, program ini berhasil menjangkau 1.624 lansia dari 65 kelurahan di Jakarta Timur.
Baca juga: Banyuwangi Genjot Operasi Pasar Murah, Harga Pangan Stabil Hingga Kecamatan
Dari total peserta, sebanyak 1.618 lansia berhasil menyelesaikan pembelajaran selama 10 bulan dengan kurikulum yang dirancang bersama Universitas Respati Indonesia (URINDO).
Materi yang diberikan mencakup literasi digital, pola hidup sehat, kesehatan jiwa, pengembangan minat bakat, hingga kegiatan seni seperti angklung dan aktivitas intergenerasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir langsung di tengah para wisudawan lansia.
“Saya hari ini sungguh bahagia bisa hadir di acara wisuda para lansia Jakarta yang jumlahnya 1.618. Bagi saya, usia lansia adalah mereka masih bersedia untuk mau bersekolah, sangat luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Tangani Balita Cacingan di Bengkulu, KPAI Desak Pengesahan RUU Pengasuhan Anak
Ia menuturkan, ada peserta berusia 87 tahun dan juga 80 tahun yang tetap semangat mengikuti sekolah. Hal itu, menurutnya, membuktikan bahwa sekolah lansia telah menjadi kebutuhan nyata masyarakat Jakarta.
“Jakarta jumlah lansianya kurang lebih 10,6 persen atau sekitar 1,1 juta jiwa. Karena itu saya sudah meminta kepada Kepala Dinas DPPAPP agar di semua kelurahan ada program seperti ini dengan bekerjasama dengan Universitas Respati,” tambahnya.
Lebih jauh, Pramono menegaskan bahwa esensi program ini bukan terletak pada ijazah, melainkan pada proses interaksi sosial yang terbangun.
“Menurut saya bukan ijazahnya yang paling utama, tetapi proses untuk mereka merasa ada tempat untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, dan saling bertukar informasi,” katanya.
Baca juga: Menteri Iftitah Melihat Potensi Desa Ponggok Akan Diterapkan di Kawasan Transmigrasi
Ia juga menyinggung dukungan fasilitas yang sudah disiapkan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari pasukan putih yang melayani kebutuhan lansia hingga fasilitas transportasi umum gratis.
“Mudah-mudahan bisa memberikan keringanan bagi kehidupan lansia, dan seluruh lansia Jakarta seharusnya memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemprov,” pungkasnya.
Saat ini, sudah berdiri 10 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta—mulai dari Kepulauan Seribu hingga Jakarta Timur.
Gubernur menegaskan target ambisius: setiap kelurahan di Jakarta memiliki minimal satu sekolah lansia dengan 25 peserta. Jika terwujud, Jakarta akan melahirkan 5.050 wisudawan-wisudawati lansia dari 267 kelurahan.
Baca juga: Zakat Dinilai Bisa Ringankan Beban Pemerintah, Wali Kota Parepare Dorong Optimalisasi
Dengan langkah nyata ini, Jakarta menegaskan komitmennya menjadi kota yang tidak hanya ramah anak, tetapi juga ramah lansia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan