Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 18:11 WIB

7 Pekerja Freeport Masih Terjebak Longsor Tambang Bawah Tanah, Komunikasi Terputus

Author

Ilustrasi pekerja tambang PT. Freeport Indonesia. (Dok. Freeport Indonesia)

INDOZONE.ID - Tujuh pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) masih belum ditemukan usai longsor tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave, Papua Tengah.

Tim penyelamat sudah menggali dua terowongan ke titik awal lokasi pekerja, tapi hingga kini mereka belum berhasil ditemukan dan komunikasi pun terputus.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan tim Freeport sudah membuka dua terowongan menuju titik awal keberadaan para pekerja. Namun, lokasi tersebut kosong.

“Dua terowongan yang baru dibuat sudah sampai di titik lokasi awal, tempat pegawai yang terjebak tadi. Tetapi, yang bersangkutan tidak ada di lokasi,” ujar Yuliot dikutip Antara, Senin (15/9).

Awalnya, tujuh pekerja yang terjebak masih sempat berkomunikasi dengan tim lewat handy talkie (HT). Berdasarkan komunikasi itu, diperkirakan butuh waktu sekitar 30 jam untuk mencapai lokasi mereka.

Baca juga: Fakta-Fakta Tambang Freeport Longsor: Operasi Dihentikan, 7 Pekerja Masih Terjebak

Komunikasi Terputus

Setelah 30 jam, terowongan berhasil digali, tapi para pekerja tidak ditemukan. Yuliot menyebut kondisi tambang bawah tanah yang berliku-liku bisa jadi alasan sulitnya pencarian.

“Komunikasi ini mungkin (terputus karena) habis baterai atau apa, ini sudah putus komunikasi,” kata Yuliot.

Ia menambahkan, tim di lapangan terus menelusuri jalur tambang meski kondisi tidak sesuai perkiraan awal.

“Karena kondisinya agak berbeda dari perkiraan awal, jadi kami usahakan (ditemukan) secepatnya,” ujarnya.

Freeport Hentikan Operasi Tambang

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menegaskan seluruh sumber daya perusahaan dikerahkan untuk menyelamatkan tujuh pekerja.

Tim tanggap darurat bekerja tanpa henti menggunakan alat berat, bor, hingga drone. Namun, material lumpur bijih basah yang masuk ke area tambang membuat akses pencarian semakin sulit.

“Material lumpur yang masuk jumlahnya sangat banyak, ini tantangan terberat,” kata Tony.

Sebelumnya peristiwa longsor terjadi pada Senin malam, 8 September 2025, sekitar pukul 22.00 WIT. Aliran material basah menutup akses di area Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Akibatnya, jalur evakuasi pekerja terhambat. Freeport pun menghentikan sementara seluruh operasi tambang bawah tanah untuk fokus pada evakuasi dan pemulihan akses.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU