INDOZONE.ID - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan mulai memberi dampak serius, termasuk di Kota Parepare.
Debit air yang menjadi sumber utama pelayanan air bersih mengalami penurunan, sehingga distribusi ke pelanggan tidak seoptimal biasanya.
Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, H. Andi Firdaus Djollong, dalam keterangannya Kamis (4/9/2025), menyebutkan bahwa kondisi ini membuat aliran air ke beberapa wilayah kota tidak lancar.
Ia menegaskan, meski pihaknya terus berupaya memaksimalkan pelayanan, keterbatasan sumber air akibat kemarau menjadi kendala utama yang sulit dihindari.
Baca juga: Kebakaran Rumah Mewah di Kalideres Semalam, 2 Orang Tewas
“Musim kemarau menyebabkan debit air menurun cukup signifikan. Hal ini berdampak pada aliran ke rumah pelanggan yang tidak sekuat biasanya. Kami mohon masyarakat bisa memaklumi kondisi ini,” ujarnya.
Mengantisipasi situasi tersebut, pihak PAM Tirta Karajae mengimbau masyarakat agar menampung air saat distribusi masih mengalir.
Selain itu, penggunaan air diharapkan dilakukan secara hemat dan bijak, agar kebutuhan sehari-hari tetap tercukupi meskipun pasokan terbatas.
Beberapa warga mengaku mulai merasakan dampaknya. Di beberapa titik, air hanya mengalir pada jam-jam tertentu, sehingga masyarakat harus menyesuaikan pola penggunaan mereka.
PAM Tirta Karajae menyatakan akan terus melakukan langkah-langkah teknis agar distribusi tetap berjalan, termasuk pengaturan aliran dan optimalisasi jaringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas PAM Tirta Karajae