INDOZONE.ID - Enam penerbangan, untuk keberangkatan dan kedatangan, dibatalkan akibat terjadinya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ini terjadi beberapa kali pada 17-18 Agustus 2025.
"Penerbangan yang dibatalkan adalah penerbangan dari dan ke Maumere, Ende, dan Bajawa," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Labuan Bajo, Ceppy Triono, dikutip Selasa (19/8/02025).
Dia menjelaskan, meski ada pembatalan, Bandara Komodo tetap beroperasi karena sebaran abu vulkanik tak terjadi. Hal ini dipastikan melalui pemeriksaan paper test yang dilakukan.
Baca juga: Kemenpar Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terhadap Pariwisata
"Paper test sudah dilakukan setiap jam sekali dan masih negative," katanya.
berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi sekali pada Senin pukul 20.08 WITA.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.084 meter di atas permukaan laut.
Lebih lanjut, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang condong ke arah utara dan timur laut.
Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi: Maskapai Internasional Tunda Penerbangan ke Bali, Ribuan Penumpang Terdampak
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi sementara kurang lebih satu menit 47 detik.
Lebih lanjut, saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas), oleh karena itu, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dan Sektoral Barat-Utara-Timur Laut sejauh tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Masyarakat juga diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA