Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 15 APRIL 2025 • 14:05 WIB

Roy Suryo dan Rombongan Minta UGM Tunjukkan Ijazah Asli Joko Widodo

 
INDOZONE.ID - Dengan membawa spanduk bertuliskan, 'UGM Jujur Saja!!! Demi Bangsa dan Negara untuk Apa Bela Jokowi?', Roy Suryo dan rombongnnya tiba di UGM, Selasa (15/4/2025).
 
Mereka mengatasnamakan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) untuk geruduk Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta, dam meminta pihak kampus tunjukkan ke aslian ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo.

Mereka berjalan kaki dari masjid kampus UGM menuju Fakultas Kehutanan. Mereka kemudian berkumpul di depan Fakultas Kehutanan karena dilarang masuk oleh petugas keamanan kampus.

Beberapa perwakilan massa yang masuk antara lain Roy Suryo, Dokter Tifa, Rismon Sianipar, serta Syukri Fadholi.

Kalau memang punya ijazah, serahkan. Saya meyakini kalau itu diserahkan, selesai masalahnya,” kata perwakilan TPUA Syukri Fadholi kepada awak media.

"Pak Jokowi belum bisa dibuktikan di pengadilan, ijazah itu ada atau tidak,” sambungnya.
 
Terjadi Adu Debat saat Audensi
 
Adapun audiensi tersebut berlangsung lebih dari dua jam. Dikatakan Roy Suryo, selama proses audiensi sempat terjadi ketegangan dengan pihak UGM.

"Yang bisa masuk hanya tiga orang, saya, Dokter Rismon dan Dokter Tifa. Pertemuan berlangsung cukup singkat dan sempat timbul ekskalasi yang agak terganggu. Hampir saja kami ngotot karena agak meninggi. Meningginya karena ada saut sautan debat, tapi gapapalah itu biasa," katanya kepada awak media usai audiensi.
 
Roy Suryo dan Rombongan Minta UGM Tunjukkan Ijazah Asli Joko WidodoPerwakilan massa atas Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggeruduk Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ( UGM ), Yogyakarta, Selasa (15/4/2025)

Sebagai Pakar Telematika, Roy menilai pihak UGM melanggar undang-undang keterbukaan informasi, lantaran dirinya bersama rekan-rekan mewakili massa untuk audiensi, justru dilarang melihat skripsi mantan Presiden RI ke-7 tersebut.

"Terus terang, hampir saja kami walkout. Karena agak menunggu dan timbul situasi yang tinggi. Meningggi karena sahut-sahutan debat. Itu biasanya Kami ingin lihat skripsi Pak Jokowi. Sempat yang ada dari sekretaris UGM, itu melanggar UU keterbukaan informasi. Saya bilang, yang bilang UU Keterbukaan Informasi dan mengesahkan di DPR RI itu saya. UU No 14/2008 itu membolehkan setiap orang melihat skripsi karya orang lain," ucap Roy.

"Akhirnya kami ditunjukkan. Memang benar (ada), skripsi jokowi beda ketikan. Antara batang tubuh diketik dengan mesin ketik biasa, dan di depan dengan cetakan yang bukan pada zamannya," sambung Roy.

Ia meragukan keaslian ijazah Jokowi yang beredar di media sosial, lantaran tidak ada lembar pengesahan dari dosen pengujinya.

"Dan pada lembar pengesahan tidak ada lembar pengesahan dari dosen pengujinya. Meski pun dosen pengujinya bisa disebutkan oleh kawan-kawan. Tapi faktanya nggak ada. Tadi kami juga sempat diberi tahu lokasi KKN," jelasnya.
 
Karena keraguannya tersebut, Roy bersikeras tetap akan mengecek sendiri ijazah Jokowi termasuk akan memeriksa lokasi KKN-nya.
 
BACA JUGA: Presiden Prabowo Bertemu Megawati, Pengamat UGM Harapkan Hal Ini

"Nanti kami akan kroscek juga. Karena itu foto dan bukti ada atau tidak. Terus terang kami kaget, UGM yang konon dapat peringkat nomor dua UU keterbukaan informasi, ketika kami datang skripsinya saja belum disiapkan tadi. Hal-hal itu kami sayangkan. Kami tidak bisa melihat ijazah asli, karena tidak disimpan di kampus," katanya.
 
Roy Suryo Cs Tolak Bawa Masalah Ijazah Ini ke Ranah Pengadilan
 
Dalam audiensi itu, kata Roy, UGM juga sudah mempersilakan jika pengunjuk rasa ingin membawa masalah pemalsuan ijazah ini, ke ranah hukum.

"UGM menawarkan ke pengadilan. Aduh, kami sesama keluarga besar UGM sebaiknya ke depankan silaturahmi. Apalagi kami datang dalam rangka syawalan," ucap Roy.

Roy kembali menekankan, ijazah Jokowi merupakan palsu, dan UGM dituntut melakukan pelanggaran terhadap UU Keterbukaan Informasi.

"Ijazahnya tidak ada di UGM. Kalau besok ada, ya syukur. Kalau tidak ada, nah bisa dipertanyakan. Alasannya wisuda dulu baru skripsinya diserahkan. Itu aneh. Skripsi setelah semua syarat dipenuhi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, dr Tifa menyarankan agar UGM jangan mau dijadikan tameng atau bumper yang dapat melemahkan UGM sendiri.

"UGM harusnya berdiri sendiri di atas kakinya. Kalau katakan iya, katakan iya. UGM itu untuk bersikap netral, sama-sama kita berjuang. Jadi UGM itu jangan menjadi tameng siapapun. UGM itu harus juga melihat bahwa kita ini para peneliti itu ingin menjaga marwah UGM dan menjaga marwah Indonesia atas hal-hal yang ditanyakan oleh rakyat," tegas dr Tifa.
 
BACA JUGA: UGM Kembali Klarifikasi, Tegaskan Ijazah dan Skripsi Jokowi Asli

"Sayangnya tadi pas pertemuan tidak diberikan data apapun. Padahal itu yang seharusnya kita butuhkan. Karena kita nanti bisa menjadi kepanjangan mulut dari UGM. Bahwa UGM memberikan kepada kami dokumen-dokumen dan itu habis datplock sampai terakhir akhirnya skripsinya dikeluarkan. Nah Alhamdulillahnh kami dapat data baru Pak Roy dan Pak Rismon sebagai ahli digital forensic dapat data baru ya itu nah baru aja," sambungnya.
 
Rektor dan Dekan Baru Diminta Tidak Ikut Tanggapi
 
dr Tifa juga meminta kepada Rektor atau Dekan UGM yang menjabat saat ini, untuk tidak usah terlalu menanggapi. Sebab, massa aksi tahu, pejabat UGM sekarang tidak mengetahui masalah yang terjadi pada masalalu.

dr Tifa menilai, perkara ini merupakan urusan rektor sebelumnya yang turut diduga mengurus proses kelulusan dan ijazah Jokowi.

"Jangan ditarik-tarik pada masalah yang rektor sekarang karena tidak tahu. Ini masalah rektor yang dulu. Ini masalah dekan dulu, bukan dekan yang sekarang. Malah jadi blunder kalau yang sekarang bicara," katanya.

Kendati demikian, dr Tifa memberikan kesempatan kepada UGM untuk lebih merangkulnya dan massa tersebut.
 
"Jadi saya mendorong UGM, UGM harusnya merangkul kami, bukan berlawanan dengan kami. Kami ini para peneliti lulusan UGM, semua yang punya kredibilitas tinggi. Jadi kalau memang UGM tahu, bersama dengan rakyat, sebagai Universitas Rakyat, UGM bersama dengan kami bukan bersama dengan orang yang sekarang ini sedang kita permasalahkan gitu," pungkas dr Tifa.
 
Setelah melakukan audiensi, Roy Suryo dan lain-lainnya melanjutkan dengan aksi di depan halaman UGM dengan pengawalan jajaran kepolisian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Roy Suryo dan Rombongan Minta UGM Tunjukkan Ijazah Asli Joko Widodo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!