INDOZONE.ID - Sejumlah imigran etnis Rohingya kembali mendarat di pantai desa Ie Meule, kecamatan Suka Jaya, Pulau Sabang, Aceh, Sabtu (2/12/2023).
Sebanyak 139 imigran etnis Rohingya terdiri dari laki-laki, perempuan dewasa dan anak-anak menumpang kapal kayu kembali mendarat di Pulau Sabang, sehingga total jumlah imigran di Aceh tercatat sebanyak 1.223 orang.
Kecurigaan warga setempat rupanya sudah disadari Kepolisian & TNI jauh-jauh hari. Dari penyisiran sudut-sudut tempat dan penggalian informasi, TNI sudah mencium gelagat tak wajar gelombang kedatangan warga Rohingya sejak akhir 2022 lalu.
Baca Juga: Viral Isu UNHCR Minta Pulau yang Ada di Indonesia Untuk Rohingya, Cek Faktanya di Sini!
Saat itu, lembaga penegak memang belum sampai menangkap pelaku. Namun, kecurigaan itu akhirnya terbukti beberapa hari lalu, tepatnya pada 25 November 2023, pihak berwajib di Bangladesh berhasil mengamankan sejumlah pengungsi Rohingya.
Tak sedikit pengungsi bahkan mengaku telah membayar masing-masing sebanyak USD1.000 atau sekitar Rp15,5 juta untuk bisa diselundupkan melalui Myanmar menuju Aceh.
Selang beberapa pekan kemudian, kepolisian akhirnya sukses juga meringkus seorang warga Bangladesh berusia 70 tahun. Pria bernama Husson Mukhtar (70) itu terdeteksi sebagai penyelundup 149 orang Rohingya di Pidie pada 14 November 2023 lalu.
Husson Mukhtar didakwa atas dugaan sebagai penyelundup etnis Rohingya pada 14 November 2023 di Kecamatan Muara Tiga, Pidie.
Dia diduga menjadi biang kerok penyelundup Rohingya ke Aceh yang membantu para pengungsi sebanyak 341 orang datang menggunakan dua kapal.
Sebenarnya Husson Mukhtar tidak sendiri, dia datang bersama rekannya namun sayangnya penyelundup Rohingya yang lain berhasil kabur dan menjadi buron.
Baca Juga: Pasukan Tentara Israel Alami Keracunan Makanan hingga Diare, Diduga Terkena Wabah Berbahaya
Sementara rekannya yang masih buron yaitu Saber dan Zahangir, diketahui sosok yang membawa Kapal FB Hajiaiyob Moorf dengan mengangkut 194 orang Rohingya untuk tiba di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, pada Rabu (15/11/2023).
Alasan mereka sulit diketahui karena ketika mereka tiba di daratan Aceh, mereka menyamar sebagai pengungsi Rohingya dan kemudian melarikan diri ke pegunungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: RRI