Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melepas mudik gratis. (Dok Ganjar)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan agar para supir bus membawa kendaraannya dengan hati-hati. Bahkan diharapkannya para supir tak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Hal itu dikatanan Ganjar saat melepas mudik gratis dari Sumatera ke Pulau Jawa. Sebanyak 5 armada bus dari Palembang dan 10 bus dari Lampung dilepas Ganjar. Pelepasan juga dilakukan kepada 15 armada bus kloter kedua dari Medan. Semua dilepas Ganjar serentak di Rest Area Tol KM 20 B, Lampung.
“Saya minta supirnya tidak usah ngebut, kalau capek istirahat, wajib,” kata Ganjar kepada wartawan, Minggu (16/4/2023).
Baca Juga: Ganjar Pastikan Jalur Pantura Juwana-Batangan Sudah Siap Dilintasi Pemudik
Dikatakan Ganjar, para pemudik juga wajib mengingatkan ke supir bus agar berhati-hati dalam memacu kendaraannya. Jika lelah, maka sebaiknya melakukan istirahat.
"Maka rest area itu difungsikan untuk itu dan kita minta agar para pemudik ngingetin ke supir bisnya ‘pak jangan ngebut, bu jangan ngebut’ agar semuanya nyaman, semuanya senang,” tegas Ganjar.
Sementara itu, Rini, warga Jawa Tengah (Jateng) yang merantau ke Bandar Lampung, Provinsi Lampung tak kuasa menahan kebahagiaan saat bisa ikut program mudik gratis pakai bus.
Rini bercerita, selama ini dia sekeluarga tak mampu pulang ke kampung halaman karena masalah biaya. Namun berkat program mudik gratis yang digagas Ganjar Pranowo, Rini bisa berangkat ke tanah kelahiran bersama tiga anggota keluarganya.
“Kami juga bahagia bisa dibantu sama Pak Ganjar, kalau mudik pakai uang sendiri tidak mampu. Terima kasih pak ganjar,” beber Rini.
Jika mudik pakai uang sendiri, Rini mesti mengeluarkan Rp500 ribu per orang. Sehingga total biaya transportasi sekeluarga mencapai Rp2 juta. Biaya ini belum termasuk makan dan jajan.
“Kalau pakai mobil Rp 500 ribu per orang empat orang Rp2 juta belum makannya, belum jajannya,” kata Rini.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2023, Ini Kebiasaan yang Bisa Jadi Pemicu Kecelakaan
Hal senada juga diungkapkan Widiyanto, warga asal Boyolali. Widiyanto mengungkapkan rasa syukurnya kepada Ganjar karena bisa pulang setelah 34 tahun merantau di Kabupaten Muara Enim, Sumsel sebagai buruh Kebun Kopi.
“Dari tahun 89 baru kali ini mudik gratis bersama Pak Ganjar. Merantau ke Muara Enim, merantau di kebon kopi. Sekarang jualan baso. Kami alhamdulillah berterima kasih kepada Bapak Ganjar karena kami bisa mudik bareng,” katanya.
Mewakili semua pemudik dari Medan, Lampung, serta Palembang dan sekitarnya, Ketua Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Provinsi Lampung, H Nuryono mengucapkan terima kasih kepada Ganjar.
“Alhamdulillah matursuwun sanget, yang ada di Sumatera difasilitasi oleh bapak Ganjar. Mudah-mudahan ke depan jadi presiden,” kata dia.
Nuryono berharap program mudik gratis pakai bus ini diadakan lagi di tahun-tahun yang akan datang. Nuryono juga mendoakan kesuksesan dan kesehatan Ganjar.
“Tahun depan mudah-mudahan ada program lagi. Saya lihat tempo hari pemudik dari gubernur Jateng selalu ada. Mudah-mudahan Pak Ganjar selalu sukses,” katanya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: