Ilustrasi Panel Surya. (Instagram/@jskyidn)
Seiring meningkatnya kebutuhan panel surya di Indonesia, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) meramu bisnis jangka panjang demi memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Maka dari itu, JSKY tengah mempersiapkan J-Leaf sebagai produk andalan mereka untuk mencapai cita-cita tersebut.
J-Leaf merupakan panel surya yang bisa dikatakan teringan di dunia, lantaran hanya berbobot 5,6 kg/m2. Sementara panel surya hasil produksi lain rata-rata memiliki bobot mencapai 10,2 kg/m2.
Meskipun memiliki bobot yang lebih ringan, bukan berarti kinerja J-Leaf tidak dapat optimal. J-Leaf tetap mampu menghasilkan daya maksimum setara 240 Pmax/W, dengan tingkat efisiensi modul surya sebesar 18 persen, dibandingkan modul surya konvensional yang hanya mencapai 16 persen.
Hadir dengan desain tanpa bingkai (frameless) dan tanpa sekrup (screw-less) untuk pemasangannya, J-Leaf memiliki struktur yang sangat tipis, sehingga lebih mudah dalam proses instalasinya, dengan biaya yang lebih sedikit serta tidak akan merusak struktur atap.
Salah satu faktor yang dipertimbangkan JSKY melakukan ekspansi ini adalah PLTS Atap merupakan salah satu program pemerintah untuk mencapai target bauran EBT 23% pada 2025 melalui pemanfaatan PLTS oleh masyarakat konsumen listrik baik PLN maupun wilayah usaha lainnya.
Sky Energy mengoperasikan pabrik sel dan modul surya terbesar dan satu-satunya di Indonesia dengan kapasitas masing-masing sebesar 200 MW dan 100 MW. Produk yang dihasilkan JSKY sudah mengandung Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 47,5%.
Bahkan pada tahun ini, JSKY telah mengoperasikan pabrik kedua mereka yang bernama pabrik Gunung Putri yang terletak di Cisalak, Jawa Barat. Sementara pabrik ketiga tengah mereka bangun yang berlokasi di Sentul, Jawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: