Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Instagram/cakiminow)
Varian baru virus corona sudah ditemukan di Indonesia, terbaru varian Lambda disebut WHO sudah terdeteksi di 29 negara. Untuk itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menekankan perlunya pengawasan yang ketat.
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu menjelaskan pengawasan super ketat ini perlu dilakukan di setiap pintu kedatangan WNA dan WNI dari luar negeri. Baik itu di bandara, pelabuhan dan pintu masuk perbatasan.
"Semua pintu masuk harus dijaga super ketat. Setiap yang masuk ke Indonesia harus betul-betul dicek hasil swabnya dan karantina 14 hari wajib dioptimalkan," ujar Gus Muhaimin dikutip Kamis (1/7/2021).
Wakil Ketua DPR RI ini menyarankan agar pengetatan lebih dapat berjalan optimal utamanya bagi WNA dan WNI yang tiba dari negara yang berpotensi tinggi tularkan Covid-19 varian baru.
"Kuncinya adalah pengawasan di setiap pintu masuk harus diperketat. Kita semua tentu saja tidak ingin tiba-tiba ada penularan lokal varian baru dari luar negeri, padahal nggak tahu kapan masuknya (dan) siapa yang bawa," bebernya.
BACA JUGA: Jokowi Resmi Ambil Kebijakan PPKM Darurat, Anies: Kami di DKI Siap
Selain itu, Gus Muhaimin turut mendesak pemerintah Indonesia lebih dapat bergerak mendeteksi varian baru virus corona dari luar negeri. Terlebih ada beberapa varian yang disebut lebih cepat menyebar dan berpotensi membuat vaksin jenis tertentu tidak efektif.
Maka dari itu dengan mengoptimalkannya, pemerintah Indonesia menambah jumlah laboratorium yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian Covid-19.
"Sekarang ini di Indonesia baru ada 17 laboratorium yang bisa mendeteksi varian virus baru. Sudah waktunya itu ditambah biar deteksinya lebih cepat," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: