Rumah Sakit (RS) Haji Medan. (IST)
Rumah Sakit (RS) Haji di Jalan Williem Iskandar Medan dinilai menjadi klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Potensi pasien dan pengunjung tertular virus corona dari klaster ini memungkinkan terjadi.
"Kami sudah memberikan berbagai saran dan masukan atas kasus Covid-19 yang sedang terjadi di rumah sakit milik pemerintah ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (14/8/2020).
Alwi Mujahit menyebutkan, standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit itu pun harus ditingkatkan sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. Selain itu, pihak rumah sakit sudah dapat mengambil sejumlah langkah dan kebijakan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, termasuk kelemahan yang menimbulkan klaster.
"Kita tidak mau melakukan intervensi atas kasus baru Covid-19 yang terjadi di RS Haji Medan. Namun, kita sudah memberikan saran untuk dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan langkah penutupan sementara atau hanya penutupan sebagian," katanya.
Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Whiko Irwan menyampaikan, 30 orang tenaga medis di RS Haji Medan, yang terpapar virus corona tersebut, sudah masuk dalam jumlah 348 orang tenaga medis di Sumut yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan dokter yang meninggal dunia.
"Jumlah 348 orang tenaga medis itu juga bagian dari kasus 5.358 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sampai Kamis malam kemarin. Berdasarkan jumlah itu, sebanyak 2.336 orang dinyatakan sembuh dan 237 orang meninggal dunia. Untuk spesimen yang sudah diambil 28.255 orang. Jumlah kasus positif ini dipastikan bertambah karena testing, tracing, dan treatment (3T) secara masif," katanya.
Adapun rincian 348 orang tenaga medis yang terpapar virus corona itu meliputi, 40 orang dokter spesialis, 13 orang peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS), 29 orang dokter umum, 207 orang perawat, 29 orang bidan dan 30 orang analis di laboratorium. Sebagian dari mereka yang terpapar sudah sembuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: