Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 15:15 WIB

Waspada Dampak El Nino, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Sampai September

Waspada Dampak El Nino, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Sampai SeptemberKepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (bmkg.go.id)

INDOZONE.ID - Masyarakat Indonesia tampaknya harus mulai bersiap-siap. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan bahwa puncak musim kemarau tahun ini bakal terjadi sekitar Juli sampai September 2026. Karena bakal berdampak langsung ke pasokan air bersih, sektor kesehatan, dan pertanian, semua pihak diminta untuk curi start melakukan antisipasi.

Menurut penjelasan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, wilayah yang duluan menyambut puncak kemarau pada Juli nanti ada sekitar 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen daratan Indonesia. Namun, wilayah yang terdampak bakal melonjak drastis pada Agustus mendatang, yakni mencapai 369 ZOM (48,84 persen), sebelum akhirnya bergeser ke 169 ZOM (25,41 persen) di bulan September.

"Untuk bulan Juli 2026, wilayah yang diprediksi masuk puncak kemarau itu mulai dari sebagian Sumatra, sedikit area di Kalimantan dan Jawa, NTT bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, sampai beberapa titik di Papua," kata Faisal saat memberikan keterangan di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Rabu (10/6).

Peta Pergeseran Kemarau: Agustus & September

Begitu masuk bulan Agustus 2026, cuaca terik bakal meluas ke wilayah Sumatra bagian tengah, hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, mayoritas Kalimantan dan Sulawesi, hingga sebagian besar Papua.

Sementara pas bulan September 2026, giliran Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Selatan, sisa wilayah Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan bagian tengah yang kebagian giliran puncak kemarau.

Sebagian Wilayah Sudah Mulai Kering Sejak Mei

Kalau melihat kilas balik, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut kalau 200 ZOM (11,83 persen daratan Indonesia) sebenarnya sudah curi start masuk musim kemarau sejak akhir Mei lalu. Wilayahnya mencakup sebagian Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Setelah itu, ada 198 ZOM (31,60 persen) lagi yang menyusul di bulan Juni ini, termasuk daerah DKI Jakarta bagian selatan, Banten, dan Jawa Tengah. Sisanya, sekitar 7,28 persen wilayah Indonesia, diprediksi baru akan mulai memasuki musim kemarau pada Juli nanti.

Ancaman El Nino: Kemarau Jadi Lebih Panjang

Ada satu hal yang bikin kemarau tahun ini perlu diwaspadai: kondisinya diprediksi jauh lebih kering dan awet dari biasanya. Biang keroknya tidak lain adalah fenomena El Nino yang masih betah bertahan.

"Analisis kami menunjukkan El Nino bisa bertahan sampai awal 2027 nanti. Peluang intensitas moderatnya ada di angka 98 persen, dan peluang jadi intensitas kuat sekitar 62 persen. Efeknya bakal kerasa banget waktu ketemu momen puncak kemarau sampai pertengahan Oktober," jelas Ardhasena.

Apa Saja yang Perlu Diantisipasi?

Menghadapi situasi ini, BMKG merilis beberapa rekomendasi penting untuk berbagai sektor:

  • Sektor Pertanian: Para petani disarankan buat buru-buru putar otak ganti pola tanam. Pilih jenis tanaman yang tidak boros air, tahan cuaca panas, dan cepat panen.
  • Air & Energi: Manajemen air di waduk harus diperbaiki supaya stok air bersih warga aman. Langkah ini juga penting biar volume air di bendungan tetap cukup untuk memutar turbin PLTA.
  • Kesehatan & Karhutla: Pemerintah daerah harus siaga sama risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, waspadai juga ISPA karena kualitas udara biasanya menurun drastis saat kemarau panjang.

Sebagai langkah darurat, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, memastikan pihaknya bakal fleksibel menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) alias bikin hujan buatan, tergantung kondisi awan yang dipantau dari jam ke jam.

Terakhir, BMKG meminta masyarakat untuk tidak gampang kemakan hoaks seputar cuaca ekstrem. Biar aman, pastikan selalu cek informasi dan data valid langsung lewat aplikasi atau kanal resmi milik BMKG.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada Dampak El Nino, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Sampai September

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!