Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma (Gusma), buka suara menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebut Paus Leo XIV lemah dalam menghadapi kriminalitas dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
Menurutnya, pernyataan tersebut lebih mencerminkan perbedaan cara pandang daripada penilaian objektif terhadap kapasitas kepemimpinan Paus Leo XIV.
Dia menilai bahwa menyebut seorang pemimpin global sebagai lemah hanya karena tidak menggunakan pendekatan konfrontatif merupakan penyederhanaan yang tidak tepat.
Baca juga: Donald Trump Ancam Iran Usai Gencatan Senjata, Serangan Bisa Dilanjutkan Kalau...
“Paus Leo XIV justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia modern. Dalam menghadapi kriminalitas, beliau tidak memilih pendekatan instan berupa hukuman semata, melainkan menyoroti akar persoalan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan dan budaya kekerasan," kata Gusma, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Senin (13/4/2026).
"Ini adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada solusi jangka panjang,” sambungnya.
Lebih lanjut, Gusma menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan luar negeri Paus Leo XIV juga tidak berdasar.
Dia menjelaskan bahwa Vatikan sejak lama memainkan peran sebagai kekuatan moral global yang mengedepankan diplomasi, dialog, dan perdamaian.
Baca juga: Donald Trump Ancam Iran Usai Gencatan Senjata, Serangan Bisa Dilanjutkan Kalau...
“Menilai kebijakan luar negeri Paus dengan standar kekuatan militer adalah keliru. Paus Leo XIV melanjutkan tradisi diplomasi damai dengan menyerukan deeskalasi konflik dan perlindungan kemanusiaan. Dalam banyak kasus, pendekatan ini justru menjadi jalan keluar ketika kekuatan senjata gagal menyelesaikan konflik,” tegasnya.
Pernyataan Trump sendiri dinilainya mencerminkan benturan dua cara pandang dalam melihat dunia. Di satu sisi, terdapat pendekatan yang mengedepankan dominasi dan tekanan.
Di sisi lain, terdapat pendekatan yang menempatkan keadilan, rekonsiliasi, dan martabat manusia sebagai fondasi utama.
“Dalam konteks global saat ini, pendekatan yang diambil Paus Leo XIV bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kekuatan moral yang sangat dibutuhkan dunia," pungkansya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara