Mahasiswa sekolah kepolisian kirim 70 sapi untuk tradisi Meugang di Aceh. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 / Widya Parama Satwika, menyalurkan bantuan 70 ekor untuk warga Aceh yang terdampak bencana. Puluhan ekor sapi ini dikirim untuk tradisi meugang
Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gampong Blang, Langsa Kota, Aceh, pada Senin 16 Februari 2026, pagi WIB. Ini sebagai wujud kepedulian dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Mahasiswa sekolah kepolisian kirim 70 sapi untuk tradisi Meugang di Aceh. (Dok. Istimewa)
Puluhan ekor sapi itu akan didistribusikan ke beberapa desa di wilayah Aceh, yang terdampak bencana. Puluhan sapi ini disediakan agar masyarakat tetap dapat melaksanakan tradisi meugang menjelang Ramadhan.
Ketua STIK, Irjen Pol Eko Rudi Sudarto, membenarkan hal tersebut. Dia menyatakan bantuan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, yang diajarkan kepada para mahasiswa.
"Sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka,” kata Irjen Eko Rudi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Irjen Eko menyebut aksi sosial ini sekaligus sejalan dengan arahan yang selalu disampaikan kepada para mahasiswa di STIK.
“Saya selalu mengingatkan kepada para mahasiswa kita, gunakan logika dan rasa dalam pelaksanaan tugas di tengah-tengah masyarakat. Logika membimbing kita bertindak tepat, sementara rasa membuat kita memahami penderitaan sesama," jelas Irjen Eko.
"Kedua hal ini harus berjalan beriringan agar kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis," sambungnya.
Kepala Desa Gampong Blang, Junaidi, berterima kasih atas kepedulian para mahasiswa STIK.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami,” beber Junaidi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan