Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 09:25 WIB

Hari Pers Nasional 2026, Wakapolda Metro Semangati Jurnalis agar Tak Kalah dari Medsos

Hari Pers Nasional 2026, Wakapolda Metro Semangati Jurnalis agar Tak Kalah dari MedsosHari Pers Nasional 2026 di Balai Wartawan Forum Wartawan Polri, Polda Metro Jaya. Dok. Polda Metro Jaya (Dok. Polda Metro Jaya)

INDOZONE.ID - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di lingkungan Polda Metro Jaya digelar bersama Forum Wartawan Polri (FWP) di Balai Wartawan FWP, pada Senin 9 Februari 2026. 

Di tengah-tengah acara bersama awak media, Kapolda Metro Jaya yang diwakilkan oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto, berbicara terkait pers hingga media sosial.

Acara tersebut diawali sambutan dari Ketua FWP Polda Metro Jaya, Achmad Faruk. Di hadapan awak media beserta pejabat utama kepolisian Metro Jaya, Faruk mengungkap kondisi media saat ini.

"Perlu juga disampaikan pada Hari Pes Nasional ini, banyak harapan yang kita ingin sampaikan juga. Memang kalau boleh jujur kondisi media ini lagi kurang baik-baik saja Pak Wakapolda," kata Faruk.

"Tapi, meskipun kurang baik-baik saja, kita berupaya tetap menjadi pilar demokrasi yang mempunyai manfaat dan memberikan sesuatu yang baik pada kepentingan publik," sambungnya.

Faruk menyinggung terkait kekuatan media sosial yang bahkan mulai menyalip media dalam pemberian informasi. Akan tetapi, dia berharap pers tetap memberikan informasi yang aktual dan faktual.

Baca juga: Sambut Hari Pers Nasional, PWI Pamekasan Singgung Berita Hoax yang Merajalela Jelang Pemilu

"Media sosial ini sebenarnya sudah lumayan berada di atas media. Untuk itu, harapan besar di Hari Pers Nasional ini, di momentum ini, mudah-mudahan meskipun media sosial terus membanjiri di platform-platform media dengan berita-berita yang mungkin tidak berimbang atau berita-berita hoaks, mudah-mudahan media tetap menjadi penjernih buat informasi dan tetap berpihak pada kepentingan publik," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolda Metro Brigjen Pol Dekananto juga menyoroti peranan media sosial yang masif menyebar informasi.

"Ada sebuah perubahan, kalau lima tahun lalu itu kita masih menyampaikan bahwa setiap orang bisa menjadi wartawan, setiap orang mudah membuat media online, dia jadi reporter, dia jadi pemred, dia jadi owner juga, tetapi saat ini setiap warga negara, setiap orang bisa menjadi wartawan melalui media sosial," kata Dekananto.

Meski demikian, informasi di media sosial belum dapat diyakini kebenaranya. Wakapolda berharap para awak jurnalis saat ini harus mengikuti perkembangan zaman dalam menyebarkan informasinya.

"Ini juga harus disikapi. Jadi kalau media online suka terlambat, kalah dengan akun TikTok, ya mungkin teman-teman di media online yang ada ini harus punya akun TikTok masing-masing lagi," kata Dekananto.

"Jadi, akun TikTok itu lah yang kemudian menjadikan berita dari teman-teman sekalian. Karena saat ini kalau kita lihat algoritma medsos, TikTok yang kemudian paling banyak," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Pers Nasional 2026, Wakapolda Metro Semangati Jurnalis agar Tak Kalah dari Medsos

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!