Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 12 JANUARI 2026 • 10:20 WIB

Kabar Gembira Demi Mudahkan Pernikahan, Keuchik Alue Ie Mirah Ganti Satuan Mahar ‘Mayam’ ke ‘Gram’

Kabar Gembira Demi Mudahkan Pernikahan, Keuchik Alue Ie Mirah Ganti Satuan Mahar ‘Mayam’ ke ‘Gram’Pernikahan Novarina dan Busran, di Masjid Raya Baiturrahman. (Doc. WaspadaAceh)

INDOZONE.ID - Sebuah langkah berani diambil oleh Keuchik (Kepala Desa) Alue Ie Mirah untuk membantu warganya menghadapi lonjakan harga emas yang kian meroket.

Pemerintah Desa Alue Ie Mirah secara resmi mengumumkan kebijakan untuk mengganti satuan mahar pernikahan dari yang semula menggunakan hitungan tradisional “mayam” menjadi satuan “gram”.

Kebijakan ini diambil menyusul harga emas di wilayah Aceh Timur yang telah menembus angka Rp7,8 juta per mayam pada akhir tahun 2025.

Baca juga: Mengejutkan! Pasangan Ini Jadi yang Pertama Menikah Pakai Teknologi Metaverse dan Avatar

Tingginya nilai mahar tersebut dilaporkan menjadi penghambat bagi banyak pemuda di desa tersebut untuk melangsungkan pernikahan secara legal.

Selama ini, satu mayam emas setara dengan kurang lebih 3,33 gram. Dengan mengganti satuan hitungan ke gram, pasangan calon pengantin diberikan fleksibilitas untuk menentukan nilai mahar yang lebih terjangkau dan presisi tanpa harus terikat pada standar minimal satu mayam yang nilainya sudah sangat tinggi.

Keuchik Alue Ie Mirah, Romi Syahputra, menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk “melegalkan pernikahan” dan mencegah terjadinya praktik nikah siri atau penundaan pernikahan akibat kendala biaya mahar.

Langkah ini juga didukung oleh aspirasi warga yang merasa terbebani oleh tradisi mahar tinggi di tengah kondisi ekonomi saat ini, ujar Romi dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun mendobrak tradisi lama di Aceh, inisiatif ini dipandang sebagai solusi realistis atas fenomena mahalnya mahar yang sedang menjadi perbincangan hangat di tingkat provinsi.

Baca juga: 2 Juta Warga Dewasa di Jakarta Belum Menikah, Ini Alasannya

Sebelumnya, anggota DPRA dari Fraksi NasDem, Martini, juga sempat mengusulkan adanya subsidi mahar bagi pemuda karena harga emas yang kian tak terkendali.

Dengan adanya kebijakan di tingkat desa ini, diharapkan prosesi pernikahan di Desa Alue Ie Mirah dapat berjalan lebih mudah dan tetap sesuai dengan syariat tanpa memberatkan salah satu pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kabar Gembira Demi Mudahkan Pernikahan, Keuchik Alue Ie Mirah Ganti Satuan Mahar ‘Mayam’ ke ‘Gram’

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!