Ilustrasi pasangan menikah. (photo/Ilustrasi/Pexels/Jeremy Wong)
INDOZONE.ID - Jutaan warga DKI Jakarta yang tergolong dalam usia dewasa, tercatat belum menikah.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mencatat, jumlahnya sebanyak 2.098.685, dari total 7.781.073 jiwa penduduk Jakarta berusia 19 tahun ke atas.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, hal ini tidak dikarenakan mereka takut menikah.
Sebaliknya, mereka memiliki kesadaran lebih untuk mempersiapkan kehidupan berumah tangga secara lebih matang.
"Hal tersebut merupakan bagian dari perubahan sosial yang terjadi secara alamiah di masyarakat urban seperti Jakarta. Menunda pernikahan tidak selalu berarti ada ketakutan, tetapi lebih pada meningkatnya kesadaran individu dalam mempersiapkan kehidupan pernikahan secara lebih matang," kata Iin di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Baca juga: 17 Ucapan Selamat Menikah Islami yang Menyentuh dan Bikin Adem Hati
Berdasarkan data Dinas Dukcapil DKI Jakarta, jumlah penduduk yang belum menikah didominasi oleh laki-laki, sebanyak 1.201.827 jiwa.
Adapun perempuan yang belum menikah, sebanyak 896.858 jiwa.
Jika dirata-rata, penduduk DKI Jakarta menikah pada rentang usia 30-31 tahun untuk laki-laki, sementara perempuan di usia 27-28 tahun.
Iin menjelaskan, Dinas PPAPP DKI Jakarta sejalan dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, mempromosikan usia ideal menikah bagi perempuan minimal 21 tahun dan bagi laki-laki 25 tahun.
"Usia ini dianggap sebagai titik kematangan fisik, mental, emosional, serta kesiapan sosial dan ekonomi seseorang untuk membangun rumah tangga," katanya.
Baca juga: Wisatawan India ke Bali Naik Tajam di Mei 2025, Ternyata Karena Musim Menikah
Iin menyebut pihaknya memiliki sejumlah program edukatif yang mendorong kesiapan generasi muda membentuk keluarga yang sehat, setara, dan berdaya.
"Ini karena pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya kapan menikah, tapi seberapa siap membangun kehidupan keluarga yang berkualitas," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA