Ilustrasi dampak kerusakan pascabanjir bandang. (ANTARA FOTO/Taufik Hidayat)
INDOZONE.ID - Bencana hidrometerogi yang melanda menyebabkan Kabupaten Aceh Tengah terisolasi.
Kini Masyarakat Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, dihadapkan pada bencana lainnya yaitu tidak terangkutnya hasil panen untuk didistribusikan ke luar daerah.
Di sana, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Saat ini, tidak ada satu pun angkutan darat yang bisa keluar-masuk Aceh Tengah.
Sementara itu, petani sedang menyambut musim panen. Mereka terancam mengalami kerugian massal.
Menurut seorang warga Jagong Jeget, Hidayat, sayuran yang sudah siap panen akan membusuk jika dalam satu pekan belum ada kendaraan yang bisa keluar.
Baca juga: Kekurangan Alat Berat, Pemerintah Aceh Utara Kesulitan Buka Akses Jalan Pascabanjir dan Longsor
"Dipastikan tanaman kami tidak bisa bertahan," ungkapnya.
Warga sangat berharap pemerintah segera membuka akses jalur transportasi darat.
Di sisi lain, pesisir Aceh juga sudah mulai kekurangan sayuran akibat rusaknya jalur distribusi dari wilayah dataran tinggi.
"Seandainya hasil panen bisa didistribusikan dengan lancar, bisa membantu warga untuk kembali bangkit pascabencana," kata Hidayat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis