Ilustrasi hoaks/The Star Online
INDOZONE.ID - Kamu pernah nggak, tanpa sengaja membagikan berita yang ternyata bohong? Atau lihat postingan di media sosial yang jelas palsu tapi malah viral dan banyak dipercaya orang?
Di era digital sekarang, hoaks, disinformasi, dan misinformasi bisa menyebar sangat cepat. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu apa bedanya ketiga istilah ini. Yuk, kenali perbedaannya biar kamu nggak gampang jadi korban berita palsu!
Misinformasi adalah informasi yang salah atau menyesatkan, tapi disebarkan tanpa niat jahat. Artinya, orang yang menyebarkannya percaya kalau informasi itu benar.
Contohnya, seseorang membagikan artikel tentang “obat ajaib” yang katanya bisa menyembuhkan penyakit tertentu, padahal belum ada bukti ilmiah yang mendukung. Ia menyebarkannya karena yakin itu fakta, bukan karena ingin menipu.
Menurut Snopes, misinformasi sering muncul akibat rumor, kesalahan persepsi, atau kekeliruan informasi tanpa tujuan manipulatif.
Baca juga: Akademisi: Pemerintah Harus Melindungi Warga dari Hoaks
Berbeda dengan misinformasi, disinformasi adalah informasi salah yang disebarkan dengan sengaja dan punya tujuan tertentu, seperti menipu, memanipulasi, atau menggiring opini publik.
Jenis informasi ini sering muncul dalam kampanye politik, propaganda, atau upaya mempengaruhi masyarakat.
The Conversation menyebut, disinformasi bisa berubah jadi misinformasi ketika orang yang menerimanya menyebarkan ulang tanpa sadar bahwa itu salah.
Intinya, kalau ada niat jahat, itu disinformasi. Kalau tanpa sadar, itu misinformasi.
Hoaks (atau hoax) adalah informasi bohong yang sengaja dibuat dan dikemas menarik agar terlihat seperti fakta. Tujuannya jelas: membuat orang percaya dan tertipu.
Menurut Snopes, hoaks termasuk dalam kategori disinformasi karena dibuat dengan niat menipu publik. National Library of Australia bahkan menyebutnya sebagai “berita palsu yang dikemas seperti berita asli untuk memengaruhi opini masyarakat.”
Jadi gampangnya:
Ilustrasi penyebaran hoaks. (Pixabay/memyselfaneye)
Biar nggak gampang termakan berita palsu, coba lakukan hal ini:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, BBC, Theconversation.com