INDOZONE.ID - Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan, jumlah total korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 171 orang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dari total tersebut, 104 orang di antaranya berhasil diselamatkan.
Adapun sebanyak 67 orang lainnya meninggal dunia, termasuk delapan korban dengan kondisi tubuh tidak lengkap.
"Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi 171 korban, dengan korban selamat 104 orang, sementara 67 korban dinyatakan meninggal dunia dengan delapan di antaranya merupakan bagian tubuh korban yang tidak lengkap,” ujar Syafii di Sidoarjo, Selasa (8/10/2025).
Syafii menegaskan dengan ditemukannya seluruh korban, maka seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan resmi dinyatakan selesai.
Baca juga: 17 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga
Seluruh korban meninggal dunia telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Proses identifikasi korban serta investigasi penyebab runtuhnya bangunan masih berlanjut. Itu bukan kewenangan Basarnas, tetapi kami pastikan seluruh korban sudah dievakuasi dari lokasi,” tegas Syafii.
Syafii berharap Ponpes Al Khoziny dapat segera pulih agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.
Ia juga memastikan pemerintah provinsi akan melakukan pengawasan ketat terhadap proses rehabilitasi ponpes guna menjamin keamanan struktur bangunan di masa mendatang.
Baca juga: Seluruh Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Berhasil Ditemukan
"Kami berharap pesantren ini bisa segera pulih dan kegiatan pendidikan dapat berjalan kembali dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny, KH Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pihak pesantren akan melakukan musyawarah bersama pengasuh dan pengurus, untuk menentukan mekanisme program belajar mengajar selanjutnya.
“Sudah pasti akan dimusyawarahkan oleh pengasuh dan para pengurus ponpes untuk mekanisme program belajar mengajar ke depan,” kata Zainal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA