Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 OKTOBER 2025 • 16:20 WIB

Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Masuki Tahap Akhir, Masih Ada 10 Orang Hilang

Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Masuki Tahap Akhir, Masih Ada 10 Orang HilangFoto udara pencarian korban runtuhnya bangunan mushalla ambruk di Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah memasuki tahap akhir. Dengan kondisi ini, masih ada 10 orang hilang dan masih dalam proses pencarian.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengatakan proses pembersihan dan pencarian korban terus dilakukan secara intensif, menggunakan alat berat jenis breaker excavator dan bucket excavator yang dioperasikan bergantian.

“Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” ujar Budi kepada pewarta dari posko tanggap darurat di Sidoarjo, Senin (6/10/2025).

Baca juga: BNPB Ungkap Kendala Identifikasi Korban Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

10 Korban Masih Tertimbun, 53 Orang Dinyatakan Meninggal

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, BNPB memperkirakan masih ada sekitar 10 korban yang belum ditemukan dan berada dalam reruntuhan, sesuai dengan daftar nama orang hilang yang dilaporkan pihak pesantren.

Data BNPB per Senin pukul 14.45 WIB mencatat 53 korban meninggal dunia, sementara enam korban masih menjalani perawatan medis, dan 97 orang lainnya sudah pulih, termasuk satu korban yang tidak memerlukan penanganan lanjutan.

Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Terima 55 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan tubuh (body part) yang kini sedang diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

Budi menegaskan, insiden runtuhnya bangunan empat lantai itu menjadi bencana dengan jumlah korban meninggal terbanyak di Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya perencanaan pembangunan yang aman, pengawasan ketat, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana,” tutur Budi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Masuki Tahap Akhir, Masih Ada 10 Orang Hilang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!