Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 12:40 WIB

Gempa Magnitudo 6,6 di Nabire Sebabkan Jembatan Siriwini Ambles, Jaringan Komunikasi Terputus

Gempa Magnitudo 6,6 di Nabire Sebabkan Jembatan Siriwini Ambles, Jaringan Komunikasi TerputusSejumlah pelajar mengamati Jembatan Siriwini Bawah yang rusak akibat gempa di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (19/9/2025). (ANTARA FOTO/Jack)

INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Tengah melaporkan Jembatan Kali Siriwini Bawah, yang menjadi akses penghubung Kota Nabire dan Pelabuhan Nabire, mengalami ambles pascagempa magnitudo 6,6 pada Jumat (19/9/2025) dini hari.

"Banyak rumah warga di sekitar Kota Nabire retak-retak. Ada juga yang barang-barang dalam rumah jatuh dan hancur karena gempa pagi ini. Untuk korban jiwa sampai saat ini belum ada," kata Kepala BPBD Papua Tengah, Otis Money.

Menurutnya, BPBD masih terus melakukan pendataan terhadap fasilitas umum serta rumah-rumah warga yang dilaporkan rusak akibat gempa.

Beberapa fasilitas yang terdampak di antaranya gedung Gereja Katolik Kristus Raja Malompo, dengan dinding retak dan plafon runtuh. Jaringan komunikasi pun ikut terganggu. 

Baca juga: Gempa M 7,4 Guncang Semenanjung Kamchatka Rusia, Sempat Ada Peringatan Tsunami

“Sampai sekarang jaringan komunikasi masih belum lancar, bahkan tadi pagi sempat putus,” ujar Otis.

BPBD Papua Tengah telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nabire untuk penanganan kerusakan. 

“Kami melaporkan data-data kerusakan fasilitas umum dan rumah warga kepada pimpinan daerah untuk menunggu arahan selanjutnya, mengingat ini ada di wilayah kabupaten. Pada prinsipnya kami dari provinsi siap mem-'back-up' jika ada kekurangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Telkom Nabire Suhendar menjelaskan bahwa seluruh layanan internet terputus. 

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Potensi Gempa Sesar Lembang

Saat ini warga hanya bisa menggunakan layanan berbasis satelit untuk tetap terhubung. Telkom, kata dia, saat ini memprioritaskan pemulihan jalur Timika–Tigi untuk normalisasi sistem komunikasi. 

“Perbaikan fokus di jalur darat Timika-Tigi. Untuk estimasi saya masih belum dapat durasi pastinya karena masuk dalam redzone,” terang Suhendar.

General Manager Telkom Witel Papua Barat, Eric M. Tobing menambahkan, kerusakan jaringan terjadi akibat gempa bumi di 23 km barat laut Nabire. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan kami, mohon doa dan dukungan untuk kelancaran proses pemulihannya,” ungkap TelkomGroup dalam keterangan resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gempa Magnitudo 6,6 di Nabire Sebabkan Jembatan Siriwini Ambles, Jaringan Komunikasi Terputus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!