Pemerintah Desa Pranan menggelar Pranan Jambu Festival 2025. (Edelweis Ratushima/Z Creators)
INDOZONE.ID - Pemerintah Desa Pranan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali akan menggelar Pranan Jambu Festival 2025.
Perhelatan yang sudah memasuki tahun keempat ini, menurut Kades Pranan, Sarjanto, akan berlangsung selama tiga hari (5–7 September).
Kegiatan Pranan Jambu Festival (PJF) merupakan agenda tahunan sebagai wujud syukur warga Pranan atas limpahan panen jambu dari Tuhan. Festival ini juga menjadi upaya mempertahankan identitas Desa Pranan sebagai penghasil jambu terbanyak di Sukoharjo.
Dalam PJF, selama dua hari (5–6 September) akan digelar lomba balap sepeda membawa bronjong bermuatan 20 kilogram, serta lomba balap nyunggi wakul jambu. Puncaknya pada 7 September 2025 akan dilaksanakan pawai bronjong.
“Setiap musim panen tiba, jambu yang bisa dipetik mencapai 20 ton dalam sehari, saking banyaknya,” kata Kades Sarjanto yang akrab disapa Jigong.
Baca juga: Festival Kalibaru 2025, Warga Pesisir Tumpah Ruah Rayakan Budaya Lokal
Dalam setahun, jambu bisa dipanen hingga empat kali. Setelah itu, banyak penebas mendatangi warga untuk memborong hasil panen.
Jambu-jambu tersebut dipasarkan ke berbagai kota, mulai dari Bandung, Jakarta, hingga Medan dan Lampung.
Jenis jambu yang dihasilkan Desa Pranan adalah jambu air wulung. Saat matang, warnanya merah keunguan, dengan daging buah tebal, manis, berair banyak, dan sangat segar dinikmati pada musim kemarau.
Musim Panen Jambu di Desa Pranan. (Edelweis Ratushima/Z Creators)
Menurut Jigong, setiap rumah minimal memiliki dua pohon jambu, bahkan ada yang menanam hingga 25 pohon di pekarangan.
Suasana Desa Pranan terlihat rindang, dipenuhi pohon jambu berbuah lebat. Aktivitas para penebas memetik jambu selalu terlihat di setiap sudut kampung saat musim panen.
Selain dijual ke penebas, Pemdes Pranan juga membuka wisata petik buah untuk wisatawan di lahan khusus yang sudah disediakan.
Camat Polokarto, Hery Mulyadi, mengapresiasi keberadaan Pranan Jambu Festival sebagai upaya mempertahankan branding Desa Pranan sebagai kampung jambu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung