INDOZONE.ID - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, HUT Kota Jakarta ke-498, dan Hari Kebaya Nasional ke-2, Komunitas Kebaya Jakarta di bawah naungan Yayasan Jakarta Raya Bahagia menggelar acara budaya bertajuk “Lestari Warisan Betawiku” di Balai Kota DKI Jakarta.
Acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono, para pelaku budaya, komunitas seni, serta masyarakat pecinta kebudayaan Betawi ini menjadi ajang perayaan sekaligus gerakan nyata pelestarian budaya Indonesia.
Ketua Komunitas Kebaya Jakarta, Happy Djarot, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan wadah untuk memperkuat identitas bangsa.
“Kami berharap acara ini menjadi momentum untuk terus merawat dan memperkenalkan kebudayaan Betawi kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Baca juga: 7 Seni Tari Tradisional yang Cocok untuk Anak Muda, Penuh Gaya dan Ekspresi
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
“Walaupun saya pribadi orang Jawa, tetapi karena ini perintah undang-undang, maka saya jalankan sepenuhnya. Sejak saya memimpin, berbagai kebijakan di Balai Kota selalu mengutamakan budaya Betawi,” ungkap Pramono.
Ia juga memaparkan langkah konkret, mulai dari aturan berpakaian sarung bagi pejabat, rencana penerbitan Peraturan Gubernur tentang Lembaga Adat Betawi, hingga wacana penghargaan Benyamin Sueb Award untuk para tokoh Betawi yang berjasa dalam melestarikan budaya.
“Mohon maaf dengan segala hormat, Betawi ini satu-satunya suku besar di Indonesia yang tidak punya majelis atau lembaga adat resmi. Karena itu, saya akan segera mengeluarkan Pergub mengenai lembaga adat Betawi agar ada wadah yang mengatur dan mengayomi,” tegasnya.
Baca juga: Rabu Wekasan: Amalan dan Kumpulan Doa yang Bisa Diamalkan untuk Raih Keberkahan
Pramono juga menyoroti upaya menjadikan kebaya Encim khas Betawi sebagai warisan budaya dunia.
“Kebaya sedang diajukan oleh empat negara, dan saya mengusulkan kebaya Encim Betawi sebagai representasi Indonesia. Kita ingin momentum ini menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.
Rangkaian acara “Lestari Warisan Betawiku” menampilkan berbagai kekayaan budaya Betawi, mulai dari seni tari, lenong, musik tradisional, kuliner khas, hingga peragaan kebaya.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan program apresiasi dan charity untuk mendukung para budayawan dan sanggar budaya agar tetap berkarya di tengah arus modernisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung