Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung susur Sungai Ciliwung (Natasya/Z Creators)
INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin kegiatan susur Sungai Ciliwung di segmen Kanal Banjir Barat, Rabu (31/7/2025). Susur sungai ini dimulai dari Pintu Air Manggarai hingga Stasiun BNI City, Jakarta Pusat, menempuh jarak sekitar tiga kilometer.
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi sungai yang menjadi salah satu jalur vital sistem drainase Jakarta, sekaligus mengevaluasi potensi pengembangan bantaran sungai sebagai ruang publik.
“Ini merupakan jantungnya Jakarta ketika terjadi banjir. Pengaturannya salah satunya di tempat ini. Ada pintu Manggarai, pintu Setiabudi, dan pintu KPK,” ujar Pramono di lokasi. Ia menekankan pentingnya titik ini sebagai kendali utama ketika air naik, terutama di kawasan padat seperti Rasuna Said.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut didampingi Asisten Pembangunan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, dan jajaran terkait. Mereka mengecek kondisi fisik sungai, mulai dari kualitas air, sedimentasi, penumpukan sampah, hingga potensi pendangkalan.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Hadiri Forum PBB di New York, Tegaskan Komitmen Jakarta Terhadap SDGs
Tak hanya memantau, kegiatan ini juga menjadi bagian dari survei awal pengembangan kawasan sebagai jalur sepeda dan ruang publik.
“Saya minta kepada jajaran terkait, terutama Asisten Pembangunan, supaya sepanjang sungai ini nanti dirapikan, dikelola, dan dijadikan tempat untuk masyarakat menikmati suasana kota. Misalnya malam Sabtu dan malam Minggu, warga bisa bersantai di sini. Ini kawasan premium Jakarta, harus ditata rapi dan estetis,” jelasnya.
Pramono juga menyinggung wacana lama soal pemanfaatan Kanal Banjir Barat sebagai jalur transportasi air alias waterway.
“Dulu zaman Pak Sutiyoso, tempat ini sempat direncanakan jadi alternatif waterway Jakarta. Tapi tantangannya, jalurnya tidak terlalu panjang dan kalau musim kemarau, airnya nyaris kering,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tetap melihat potensi besar untuk menghidupkan kawasan ini lewat penataan lanskap hijau, vertical garden, jalur sepeda santai, hingga jembatan dengan lampu hias.
Gubernur juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai.
“Di titik-titik utama seperti ini, hampir tidak ada lagi gangguan termasuk sampah. Hanya ada satu-dua warga yang menaruh barang, tapi membuang sampah sembarangan hampir tidak ditemukan lagi,” tuturnya.
Meski demikian, ia tetap mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian sungai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung