Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 26 JULI 2025 • 14:12 WIB

Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ahmad Luthfi: Ini Hasil Kerja Tim

Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ahmad Luthfi: Ini Hasil Kerja TimGubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Dok. Pemprov Jateng)

INDOZONE.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, menyambut baik rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mengenai penurunan angka kemiskinan per Maret 2025. 

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen, atau mengalami penurunan  0,10 persen poin dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen.

Sedangkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebanyak 3,37 juta orang, turun 29,65 ribu orang dibanding September 2024.  

Luthfi menyebut, penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil kerja tim. Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, seluruh dinas, serta stakeholder yang melakukan intervensi secara menyeluruh pada berbagai bidang.

Baca juga: Viral, Pria Ngaku Anak Kasat Narkoba Palak Rokok di Warung Medan, Endingnya Bikin Ketawa

"Saya ucapkan terima kasih. BPS mengeluarkan data bahwa kemiskinan di Jawa Tengah turun mulai dari 9,58% menjadi 9,48%. Kita tidak menjadi provinsi termiskin dan ini merupakan keberhasilan bersama," kata Luthfi di Semarang, Sabtu, 26 Juli 2025.

Meski sudah mengalami penurunan, Luthfi menegaskan kepada seluruh tim untuk tak langsung berpuas diri. Super team yang dibentuk harus bisa mempertahankan tren positif tersebut. Sebisa mungkin bahkan meningkatkan capaian melalui kerja kolaborasi secara komprehensif.

Luthfi menjelaskan, parameter kemiskinan dan kemiskinan ekstrem telah ditentukan. Intervensi dalam sektor-sektor tersebut akan terus dilakukan.

Misalnya, sektor pendidikan. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem harus diintervensi, termasuk mereka yang putus sekolah harus disekolahkan.

Baca juga: Israel Izinkan Negara Asing Jatuhkan Bantuan dari Udara ke Gaza

"Infrastruktur sekolah kita perbaiki. Kalau kewajiban provinsi maka SMA/SMK harus kita bangun/perbaiki," jelasnya.

Berikutnya terkait rumah tidak layak huni (RTLH) yang di Jawa Tengah mencapai hampir 1.012.113 unit. Intervensi dari Pemprov Jateng telah menganggarkan perbaikan 17.000 unit RTLH pada 2025.

Belum lagi bantuan RTLH dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota, CSR Perusahaan, Baznas , serta BUMD dan BUMN.

Parameter lain berikutnya tentu terkait kebutuhan pokok masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Intervensi yang dilakukan dengan menggandeng instansi terkait seperti Kementerian Sosial untuk memberikan bantuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ahmad Luthfi: Ini Hasil Kerja Tim

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!