INDOZONE.ID - Dalam event Indonesia Punya Kamu Goes to Campus bertajuk "Workshop Public Speaking, Journalism & Event Management" yang digelar di Universitas Trisakti, Selasa (24/6/2025), On Us Asia membagikan tips mengelola event profesional dan berkelanjutan.
On Us Asia merupakan sebuah perusahaan event organizer dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kancah nasional maupun internasional.
Dalam materi yang disampaikan oleh Group General Manager On Us Asia, Amilia Shalihati, dijelaskan pentingnya memahami prinsip dasar dalam merancang dan menyelenggarakan sebuah event yang sukses.
Amilia membuka sesi dengan menyapa para mahasiswa dan menjelaskan secara singkat tentang latar belakang On Us Asia, sekaligus menanyakan ide-ide event yang ingin para peserta wujudkan.
"Event itu bukan hanya tentang hari pelaksanaannya aja. Kunci suksesnya justru 80 persen berada di tahap persiapan, dan hanya 20 persen pada saat eksekusi," ungkap Amilia Shalihati.
Amilia membagi tahapan persiapan menjadi dua bagian utama, yaitu pre-planning stage dan planning stage.
Di tahap awal, mahasiswa diminta untuk memahami tujuan event, menentukan target audiens, menyusun anggaran, serta membentuk tim yang sesuai dengan keahlian masing-masing anggota.
Selanjutnya, di tahap perencanaan, mahasiswa diberi pemahaman tentang pentingnya desain dan konsep event, pemilihan lokasi, kerja sama dengan vendor, serta strategi promosi.
Ia juga mengingatkan agar tidak asal memilih vendor karena dapat berdampak buruk terhadap kualitas dan reputasi acara.
"Banyak event besar gagal karena vendor yang tidak kompeten. Padahal semua sudah dirancang dengan baik," jelasnya.
Selain strategi teknis, Amilia juga menekankan pentingnya memasukkan nilai green sustainability dalam penyelenggaraan event modern. Hal ini tidak hanya menjadi tren, tapi juga sudah menjadi standar global di berbagai negara.
Beberapa praktik green event yang disarankan antara lain:
"Di beberapa event kami, souvenir bukan lagi benda sekali pakai. Kami berikan tanaman atau produk home-made lokal, terutama dari Bali, yang lebih berkelanjutan dan memiliki nilai budaya," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung