Jumat, 27 SEPTEMBER 2024 • 15:59 WIB

Kericuhan Penonton Terjadi Seusai Laga Persib vs Persija, Mau Sampai Kapan Sepak Bola Kita seperti Ini?

Author

Pendukung tim Persib Bandung menyalakan suar usai pertandingan BRI Liga 1 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024).

INDOZONE.ID - Laga panas tersaji dalam lanjutan Liga 1 musim 2024/2025 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (23/9/2024) sore WIB. Laga ini pun berakhir dengan kemenangan tuan rumah dengan skor 2-0.

Persib membuka keunggulan mereka atas rival abadinya tersebut via aksi dari Dimas Drajad di menit ke-38'. Persib berhasil menggandakan keunggulan mereka atas Persija 8 menit jelang berakhirnya pertandingan melalui aksi Ryan Kurnia.

Akan tetapi terdapat aksi mencoreng yang dilakukan oknum pendukung Persib usai pertandingan melawan Persija. Ya, sejumlah oknum pendukung Persib memasuki lapangan dengan melakukan sejumlah aksi kekerasan kepada steward.

Menurut keterangan polisi, terdapat empat steward Persib yang menjadi korban dari kerusuhan yang terjadi seusai pertandingan antara Persib melawan Persija.

Baca Juga: Mengenal Racketeering, Dakwaan P Diddy Menurut Studi: Pemerasan Ala Kejahatan Terorganisir

"Ada lebih dari empat korban. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Jules Abraham Abast

"Kami sudah mulai mengumpulkan barang bukti yang ada. Kami akan melakukan pemeriksaan terkait dengan CCTV yang ada di Si Jalan Harupat maupun CCTV yang mem-back up jalannya pertandingan, yaitu CCTV dari BID TIK Polda Jabar," sambungnya.

Sejumlah Pihak Kecam Kerusuhan Penonton Persib vs Persija

Hal tersebut pun lantas memunculkan kritikan dari banyak pihak. Mereka sangat menyayangkan aksi kontroversi fans Persib tersebut, mengingat sepak bola tengah berjuang untuk meningkatkan kualitas mereka dengan keberhasilan Timnas Indonesia lolos ronde tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Operator Liga Indonesia, yakni PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengecam keras kasus kericuhan penonton yang terjadi di laga antara Persib melawan Persija. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Operasional LIB, Asep Saputra.

Petugas lapangan berdiri di dekat suar yang dinyalakan oleh penonton usai pertandingan BRI Liga 1 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024).

Baca Juga: Pilkada Jakarta dalam Bayang-bayang Anies, Ketiga Paslon Adu Strategi Gaet Suara Anak Abah

"Dengan tegas kami sangat menyesalkan munculnya insiden tersebut. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak," jelas Asep.

"Kepada seluruh suporter, kami mengimbau untuk selalu menjaga ketertiban dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangan," sambungnya.

Tidak hanya PT LIB, manajemen Persib juga mengecam adanya kerusuhan penonton yang tersaji pasca pertandingan kontra Persija. Melalui pernyataan resminya, pihak klub berjuluk Maung Bandung merasa sedih dan kecewa atas terjadinya kerusuhan tersebut.

"Seluruh pemain, pelatih, ofisial dan manajemen Persib sangat sedih, kecewa dan merasa terpukul atas insiden penyerangan secara brutal yang dilakukan oleh oknum-oknum penonton yang tidak bertanggung jawab," tulis pernyataan resmi Persib.

"Persib tidak dapat mentoleransi dan mengecam keras oknum-oknum penonton yang melakukan pemukulan dan main hakim sendiri terhadap steward-steward yang sedang bertugas."

"Oknum-oknum yang tidak mendukung hal ini dipastikan tidak akan dapat lagi membeli tiket untuk menonton pertandingan-pertandingan Persib secara langsung di stadion di masa dating," sambungnya.

Erick Thohir Minta PT LIB Tanggung Jawab atas Kerusuhan

Kerusuhan penonton laga antara Persib melawan Persija mendapatkan respons langsung dari Ketum PSSI, Erick Thohir. Menteri BUMN tersebut pun meminta agar PT LIB bertanggung atas kerusuhan tersebut.

"Di tengah upaya menjaga agar kompetisi berjalan lancar dan damai, saya sungguh menyesalkan mengapa masih terjadi keributan suporter. Memang bukan di tengah laga, yang saya dapati laporan berjalan lancar. Tapi kejadian setelah pertandingan. Ini yang harus menjadi tanggung jawab dan evaluasi total LIB serta mengusut kejadian ini baik suporter, manajemen pertandingan termasuk stewardnya," ujar Erick.

"Saya tunggu laporan dari LIB. Tapi melihat dari tayangan video yang beredar di medsos, tampak bagaimana suporter bisa turun ke lapangan setelah laga, lalu mengintimidasi para petugas di lapangan, ini yang perlu ditelusuri oleh LIB. Mengapa bisa terjadi? Bagaimana manajemen pertandingan saat itu dijalankan LIB? Kita tidak boleh toleransi pada kekerasan, dalam bentuk apapun," sambungnya.

Persib Berpotensi Dapat Hukuman Berat Imbas dari Kericuhan pasca Laga Kontra Persija

Insiden tersebut pun lantas membuat Persib berpotensi sangat besar mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Persib diperkirakan bakal mendapatkan hukuman denda, bermain di luar Bandung, hingga pengurangan poin.

Meski sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Komdis terkait hukuman seperti apa yang bakal diterima Persib imbas dari kericuhan penonton, seusai pertandingan kontra Persija dalam lanjutan Liga 1 2024/2025.

Akan tetapi satu hal yang jelas, kericuhan ini menjadi pukulan telak bagi PSSI yang tengah berjuang untuk meningkatkan kualitas sepak bola Tanah Air.

Kini di benak pecinta sepak bola Indonesia mungkin kembali terngiang pertanyaan: 'Mau Sampai Kapan Sepak Bola Kita seperti Ini?'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU