Mengaku Tidak Penuhi Syarat Hidup 'One Piece', Pria di Kabupaten Berau Bunuh Istri yang Hamil dan Kedua Anaknya
INDOZONE.ID - Kasus pembunuhan menggegerkan warga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Seorang pria bernama Julius yang berusia 34 tahun tega menghabisi nyawa istrinya yang sedang hamil enam bulan, serta dua anak kandungnya yang masing-masing berusia sekitar 5 dan 4 tahun.
Peristiwa ini terjadi pada 10 Agustus 2025 di Kampung Punan Mahakam, Kecamatan Segah, sebuah desa terpencil di Kabupaten Berau.
Pelaku ditangkap polisi tak lama setelah kejadian dengan dugaan menggunakan parang sebagai senjata.
Pengakuan Mengejutkan: “Karena One Piece”
Pemeriksaan polisi terhadap Julius menjadi perhatian karena pengakuannya yang janggal. Saat diinterogasi, Julius mengaku membunuh keluarganya karena One Piece.
Ia mengatakan, tidak memenuhi syarat hidup One Piece dan merasa telah dimarahi One Piece.
Ketika polisi mencoba memastikan alasan tersebut, Julius tetap bersikeras bahwa pembunuhan itu dilakukan karena One Piece.
Baca juga: Bendera 'One Piece' Ramai Dikibarkan sebagai Bentuk Protes Mahasiswa dan Seniman di Indonesia
Jawaban singkat, “ya” berkali-kali dilontarkan saat ditanya apakah tindakan itu benar disebabkan anime One Piece.
Pengakuan tersebut cepat viral di media sosial, memicu perdebatan dan reaksi beragam. Ada yang bingung, marah, hingga mempertanyakan apakah benar anime tersebut menjadi pemicu kejadian ini.
Polisi Tegaskan Motif Karena Masalah Keluarga
Meski pernyataan pelaku menarik perhatian, pihak kepolisian menegaskan, motif utama lebih mengarah pada masalah keluarga.
“Tidak ada tanda-tanda perselingkuhan atau pihak ketiga,” ujar AKP Ngatijan, Kepala Humas Polres Berau.
Penyidik kini bekerja sama dengan ahli kejiwaan, untuk menilai kondisi kesehatan mental Julius. Pelaku juga sedang menjalani perawatan psikologis di RSUD Abdul Rivai, Berau.
Baca juga: Felix Siauw Bawa Bendera One Piece, Disamperin Park Ranger hingga Jadi Orasi, Ada Plot Twist Juga!
Proses Hukum dan Penyelidikan Berlanjut
Polisi meminta masyarakat dan media untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Dugaan sementara, ucapan Julius terkait One Piece lebih mencerminkan kemungkinan gangguan kejiwaan, bukan motif sesungguhnya.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan bukti forensik, memeriksa keterangan saksi, serta menunggu hasil pemeriksaan mental pelaku.
Setelah hasil keluar, jaksa akan menentukan langkah hukum berikutnya. Sementara itu, Julius tetap ditahan untuk menjalani proses hukum hingga penyelidikan tuntas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anime Senpai, Indiatimes.com