Logo Freeport McMoRan. (REUTERS/Ernest Scheyder)
INDOZONE.ID - PT Freeport Indonesia menghentikan sementara operasi tambang Grasberg di Papua setelah terjadi insiden longsoran material basah di area bawah tanah.
Pengumuman penghentian sementara ini disampaikan pada Selasa (9/9/2025).
Kejadian tersebut berlangsung sehari sebelumnya, Senin (8/9/2025), di salah satu dari lima blok produksi Grasberg Block Cave, Papua Tengah.
Aliran material basah dalam jumlah besar menutup akses ke beberapa bagian tambang, sehingga jalur evakuasi tujuh pekerja sempat terhambat.
Baca juga: Fakta-Fakta Tambang Freeport Longsor: Operasi Dihentikan, 7 Pekerja Masih Terjebak
Freeport memastikan posisi ketujuh pekerja sudah diketahui dan mereka diyakini dalam kondisi aman. Saat ini, tim penyelamat terus bekerja membersihkan area yang terdampak untuk membuka jalur evakuasi secepat mungkin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan pihaknya akan meninjau langsung lokasi kejadian.
Pemerintah juga berjanji memberikan laporan resmi setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
Baca juga: Bahlil Lantik La Ode Sulaeman Jadi Dirjen Migas Kementerian ESDM
Grasberg merupakan salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang dikelola PT Freeport.
Saat ini, perusahaan juga tengah membangun pabrik peleburan di Indonesia. Namun, pabrik tersebut belum beroperasi setelah mengalami kebakaran pada tahun lalu.
Meski menghadapi kendala, Freeport tetap menargetkan produksi konsentrat tembaga pada tahun 2025 mencapai 2,964 juta metrik ton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters