Kamis, 30 APRIL 2026 • 11:23 WIB

Daftar Ketua Umum Partai Politik Indonesia: Latar Belakang dan Lama Jabatan

Author

Presiden Prabowo Subianto bersama para pimpinan partai politik (parpol) utama di Indonesia saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2025. (Instagram/@presidenrepublikindonesia)

INDOZONE.ID - Sebagai negara demokrasi, Indonesia memiliki banyak partai politik (parpol) yang menjadi wadah aspirasi masyarakat. Setiap parpol datang dengan visi, misi, dan tujuan yang berbeda dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Parpol ini biasanya dipimpin oleh ketua umum yang menjadi penentu arah partai ke depan. Masing-masing parpol memiliki pemimpin yang datang dari latar belakang dan pengalaman berbeda. 

Pada artikel ini, Indozone akan menyajikan daftar ketua umum partai politik di Indonesia secara ringkas, faktual, agar mudah dipahami masyarakat awam.

Baca juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol di Istana, Bahas Apa?

Daftar Ketua Parpol di Indonesia

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri (ANTARAFikri Yusuf).

Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum PDIP sejak tahun 1999. Ia merupakan pimpinan partai terlama di Indonesia.

Ia pertama kali terpilih sebagai Ketum PDIP melalui Kongres Luar Biasa (KLB) tahun 1993 di Sukolilo, Surabaya.

Di bawah arahannya, PDIP berhasil menang pemilu tiga kali berturut-turut (2014, 2019, 2024).

Selain menjadi Ketum PDIP, Megawati juga pernah menjadi diangkat menjadi Presiden ke-5 Indonesia oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui Sidang Istimewa pada 23 Juli 2001.

2. Partai Kebangkitan Bangsa: Muhaimin Iskandar 

Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menjabat sebagai Ketum PKB sejak 2005 hingga sekarang. 

Cak Imin kembali terpilih dalam Muktamar Bali 2024 yang memperpanjang durasi kepemimpinannya sebagai Ketua Umum menjadi 21 tahun.

Selama kariernya di panggung politik Indonesia, Cak Imin pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Wakil Ketua DPR RI. Pada 2024 kemarin, ia juga sempat menjadi calon Wakil Presiden Indonesia bersama Anies Baswedan.

3. Nasional Demokrat (NasDem): Surya Paloh

Surya Paloh memimpin NasDem sejak 2013 lalu. Terhitung hari ini, ia sudah 13 tahun menakhodai parpol berwarna biru kuning itu.

Sebelum mendirikan NasDem, Surya Paloh membangun karier politiknya di Golkar selama puluhan tahun. 

Selama memimpin NasDem, Surya Paloh memegang kendali penuh atas arah strategis partai dengan narasi "Restorasi Indonesia".

4. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): Prabowo Subianto

Presiden RI, Prabowo Subianto. (Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto merupakan Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Prabowo mendirikan Gerindra pada 2008 usai pensiun dari militer. Namun di tahun itu, Prabowo tak langsung menjabat sebagai Ketum.

Ia secara resmi menjadi Ketum Gerindra pada Agustus 2014, menggantikan Suhari yang meninggal.

Prabowo terpilih sebagai Ketum sebanyak empat kali secara aklamasi dalam kongres 2014, 2015, 2020, 2025-2030.

5. Partai Amanat Nasional (PAN): Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan menjabat sebagai Ketum PAN sejak 2015. Saat ini kepemimpinannya di PAN memasuki periode ketiga, usai terpilih kembali dalam Kongres VI 2024.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini bukan anak kemarin sore dalam dunia politik Indonesia. Rekam jejaknya cukup panjang baik di legislatif dan eksekutif.

Ia juga menjabat sebagai Menteri Kehutanan (2009-2014) dan Menteri Perdagangan (2022-2024). Di era Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo, Zulhas kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.

6. Partai Demokrat: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat sejak 15 Maret 2020. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia kemudian terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2025–2030 pada Februari 2025.

AHY mengundurkan diri dari militer pada 2016 dan maju di Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun ia tak lolos ke putaran kedua kala itu.

Saat ini, ia bergabung dengan Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto dengan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK).

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Februari-Oktober 2024.

7. Partai Golongan Karya (Golkar): Bahlil Lahadalia

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berpesan pada kader Golkar untuk bersatu tidak membentuk kubu-kubu. (Dok. Humas Partai Goklar.)

Bahlil Lahadalia terpilih sebagai Ketum Partai Golkar dalam Munas XI yang digelar di Jakarta pada Agustus 2024.

Bahlil memulai karier dari organisasi pengusaha (HIPMI) sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan sebagai Kepala BKPM era Presiden Jokowi.

Saat ini, ia menjabat sebagai Menteri ESDM. Bahlil dikenal sebagai sosok yang membawa aspirasi teknokratis dan ekonomi di dalam partai.

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): Al Muzzammil Yusuf

Al Muzzammil Yusuf menjadi Ketum PKS melalui Musyawarah I Majelis Syura PKS pada 4 Juni 2025.

Ia menggantikan Ahmad Syaikhu yang menjabat sebagai Presiden PKS sejak 2020.

 Al Muzzammil Yusuf  dikenal sebagai salah satu deklarator partai dan telah memiliki pengalaman panjang sebagai anggota DPR RI.

Bagaimana Ketum Parpol Dipilih?

Pemimpin partai politik dipilih melalui muktamar atau musyawarah, bahkan dapat dipilih melalui kongres luar biasa. 

Proses ini diatur dalam AD/ART partai, melibatkan pemungutan suara oleh pengurus pusat dan daerah, atau bisa juga melalui aklamasi.

Namun ketika konflik internal partai politik terjadi, partai politik akan dipimpin oleh dua orang atau dualisme kepemimpinan.

Baca juga: Profil Parpol Gerakan Rakyat: Transformasi Relawan Anies Baswedan

Kenapa Harus Tahu Ketum Partai?

Mengetahui siapa saja Ketua Umum parpol di Indonesia merupakan landasan atau edukasi dasar terkait perpolitikan di negara ini.

Dengan mengatahuinya, kita bsa memahami arah kebijakan partai, apakah berpihak kepada rakyat atau tidak. 

Selain itu, kita jadi mengenal siapa sosok berpengaruh dalam politik. Ini bisa membantu kita sebagai pemilih dalam menentukan pilihan di pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU