Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:43 WIB

Mengenal Kudeta: Pengertian, Jenis hingga Contoh Negara yang Pernah Mengalaminya!

Author

Ilustrasi kudeta. (Freepik/natagolubnycha)

INDOZONE.ID - Ketidakpuasan terhadap pemerintahan karena situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil, bisa memicu tindakan ekstrem salah satunya berupa kudeta.

Kudeta umumnya dilakukan di luar mekanisme konstitusional dan dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu, seperti militer atau elite politik. Mereka ingin menggulingkan pemerintahan sah yang berkuasa.

Dalam artikel ini, Indozone akan bahas secara lengkap pengertian kudeta, jenis-jenisnya hingga contoh negara yang pernah mengalami kudeta.

Baca juga: Mantan Presiden Jair Bolsonaro dan 36 Orang Lainnya Didakwa Atas Dugaan Kudeta di Brasil

Apa Itu Kudeta?

Dilansir Wikipedia, Kudeta berasal dari bahasa Prancis yaitu coup d'État yang artinya merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kudeta adalah sebuah tindakan perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa.

Kudeta biasanya peristiwa pengambilalihan kekuasaan secara paksa dan cepat. Sifatnya berupa serangan mendadak yang terjadi dalam hitungan jam atau hari.

Jenis-jenis Kudeta

Ada berbagai jenis kudeta, dan satu peristiwa kudeta bisa saja masuk ke lebih dari satu kategori. Artinya, klasifikasi ini tidak bersifat mutlak. 

Beberapa jenis kudeta yang umum dikenal antara lain kudeta militer, kudeta istana, kudeta yudisial, dan kudeta model putsch.

1. Kudeta Militer

Kudeta militer merupakan pengambilalihan kekuasaan pemerintahan yang sah secara paksa dan dilakukan dengan cepat oleh kelompok yang memiliki akses senjata atau kekuasaan (militer, polisi, atau faksi politik).

Tujuan kudeta ini adalah menghentikan kekuasaan rezim lama secara paksa. Biasanya kudeta ini dilakukan dengan kekerasan dan dianggap sebagai kemunduran demokrasi.

2. Kudeta Istana

Kudeta istana, atau yang kerap disebut revolusi istana, merupakan perebutan kekuasaan yang terjadi di lingkaran elite pemerintahan, ketika satu faksi dalam kelompok penguasa menggantikan faksi lainnya. 

Bersamaan dengan gelombang protes rakyat, jenis kudeta ini menjadi salah satu ancaman paling serius bagi para pemimpin otoriter.

3. Kudeta Yudisial

Ketiga ada Kudeta Yudisial yang merujuk pada fenomena politik dan hukum sebuah negara. Kudeta ini dilakukan oleh lembaga peradilan seperti Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi.

Tujuan kudeta ini adalah untuk mengubah, melumpuhkan, atau menggulingkan tatanan kekuasaan politik yang sah.

4. Kudeta Putsch

Putsch merupakan istilah yang berasal dari bahasa Jerman Swiss, yang secara harfiah berarti “pukulan” atau “dorongan mendadak”. 

Dalam ranah politik, istilah ini merujuk pada upaya menggulingkan pemerintahan yang disusun secara diam-diam dan dijalankan dengan cepat serta terorganisasi.

Selain itu, masih ada sejumlah bentuk kudeta lain yang juga cukup sering terjadi, di antaranya:

  • Kudeta mandiri (auto-coup), yaitu ketika seorang pemimpin yang sedang berkuasa berupaya mempertahankan atau bahkan memperluas kekuasaannya dengan cara-cara di luar mekanisme normal.
  • Kudeta balasan (counter-coup), yakni ketika pemerintahan baru yang sebelumnya naik melalui kudeta justru digulingkan kembali, biasanya oleh pemimpin lama atau melalui kudeta berikutnya.
  • Kudeta yang didukung asing (foreign-backed coup), terjadi ketika pemerintah asing, umumnya bekerja sama dengan sekutu di dalam negeri, menggulingkan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Negara yang Pernah Alami Kudeta

Sepanjang sejarah, ada banyak negara yang mengalami kudeta, salah satunya Indonesia. Berikut daftar negara yang pernah mengalami kudeta:

1. Kuba

Negara yang terletak di Amerika Utara ini mengalami kudeta pada tahun 1953. Fulgencio Batista melakukan kudeta militer sebelum akhirnya digulingkan oleh Fidel Castro.

2. Guatemala

Negara ini mengalami kudeta pada 1954 untuk menggulingkan kekuasaan presiden Jacobo Arbenz. Kudeta ini mendapat dukungan dari intelijen AS, CIA.

3. Indonesia

Indonesia ternyata salah satu negara yang pernah mengalami kudeta. Peristiwa ini terjadi saat peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto di tengah peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965.

4. Libya

Libya mengalami kudeta pada tahun 1969, di mana kekuasaan Raja Idris I digulingkan Muammar Al-Qaddafi.

5. Filipina

Tetangga terdekat Indonesia ini juga pernah mengalami kudeta, tepatnya pada 1972. Saat itu, Ferdinand Marcos melakukan kudeta militer untuk memperpanjang kekuasaannya.

6. Pakistan

Pada tahun 1977, Pakistan mengalami kudeta yang diberi nama Operation Fair Play. Kudeta ini dipimpin oleh Zia ul Haq untuk menggulingkan Zulfikar Ali Bhutto.

7. Mesir

Negara Mesir dua kali mengalami kudeta yakni tahun 2011 dan 2013. 

8. Thailand

Thailand mengalami kudeta pada 2014, di mana peristiwa ini yang ke-12 kali sejak 1932. Saat itu, militer menggulingkan pemerintahan M Yingluck Shinawatra.

Baca juga: Panglima Militer Bolivia yang Jadi Otak Kudeta Berhasil Ditangkap usai Serangan Militer di Istana Kepresidenan Gagal

9. Myanmar

Yang terbaru adalah Myanmar (2021 hingga sekarang). pada 1 Februari 2021, militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU