Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 08:40 WIB

PAN Buka Opsi Usung Zulhas, PSI Serahkan Penentuan Cawapres 2029 ke Prabowo

Author

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (tengah) bersama Sekjen PSI Raja Juli Antoni (kedua kanan). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

INDOZONE.ID - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan penentuan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, sepenuhnya diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin tertinggi koalisi.

Pernyataan itu disampaikan Raja Juli menanggapi wacana Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka peluang mengusung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

“Kalau sudah sukses, soal cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo sebagai pimpinan tertinggi kita,” kata Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menteri Kehutanan tersebut menilai pembahasan kontestasi Pemilu 2029 masih terlalu dini. Ia menekankan Prabowo sebagai figur sentral memiliki otoritas penuh menentukan sosok pendamping yang dinilai nyaman bekerja sama sekaligus dapat diterima publik.

“Biar pemimpin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima juga oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Kaesang Jelaskan Rebranding PSI dan Alasan Memilih Gajah

Terkait langkah PAN, Raja Juli menyebut dinamika tersebut sebagai hal yang wajar dalam politik koalisi. Menurutnya, setiap partai memiliki ruang menyampaikan aspirasi politiknya.

“Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029,” tuturnya.

Ia menegaskan fokus utama partai-partai koalisi saat ini seharusnya tidak terpecah oleh wacana kontestasi lima tahunan mendatang, melainkan memastikan program pemerintahan berjalan optimal.

“Bagi PSI, hari-hari ini anggota koalisi hendaknya menyibukkan diri menyukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo,” kata Raja Juli.

Menurutnya, soliditas koalisi menjadi kunci agar agenda strategis pemerintahan dapat terealisasi dengan baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan partainya telah membulatkan tekad kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Namun, untuk posisi calon wakil presiden, PAN mulai mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk kemungkinan mendorong kader internal partai.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Rakyat dari Kemiskinan dan Kelaparan

Eddy menyebut penentuan pasangan capres-cawapres harus melalui berbagai pertimbangan strategis, seperti kecocokan kerja dan kekuatan elektoral.

“Kita tentu lihat nanti opsi-opsi terbaik,” ujar Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, penentuan paket capres-cawapres tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena menyangkut kepentingan politik jangka panjang.

“Paket itu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoral yang tinggi. Pertimbangannya banyak. Oleh karena itu, biarkan itu berjalan, tetapi kita hari ini sudah berketetapan hati,” jelasnya.

Mengenai loyalitas PAN terhadap Prabowo, Eddy memastikan sikap partainya tetap konsisten.

“Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU