dr Kusnanto Saidi, Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid (CAM)
INDOZONE.ID - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Bekasi, nama dr Kusnanto Saidi, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdul Majid (CAM) semakin santer digadang-gadang layak maju di Pilkada 2024 dan memimpin sebagai Walikota Bekasi.
Pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menyebut, kelayakan Kusnanto menjadi Walikota Bekasi itu dibuktikan dengan prestasi dan dedikasi yang diberikan selama menjabat sebagai Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid, bukti bahwa masih ada pejabat publik yang rela berkorban untuk masyarakat Bekasi.
Menurut Yanuar, salah satu yang menjadi prestasinya adalah ditunjuknya RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid sebagai rumah sakit rujukan penanganan kasus virus COVID-19 pada dua tahun silam oleh pemerintah pusat, khususnya bagi masyarakat di wilayah kota Bekasi dan sekitarnya.
Baca Juga: Ini 8 Alasan Mochtar Muhammad Ikut dalam Pilkada 2024 di Kota Bekasi
"Apa yang sudah dilakukan Kusnanto beserta jajarannya adalah bentuk perjuangan seorang abdi negara yang rela berkorban demi menyelamatkan jutaan jiwa, bahkan mereka pantang menyerah meski tidak sedikit dari tenaga kesehatan pun gugur akibat terpapar COVID-19 di tengah masa perjuangannya," ujar Yanuar, Minggu (5/5/24).
"Dalam hal ini, peran Kusnanto tentunya penting sebagai garda terdepan sekaligus pahlawan dalam melawan pandemi COVID-19 jadi perlu diapresiasi," imbuhnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Yanuar menilai bisa menjadi pembuktian bahwa kepemimpinan dan jiwa sosial dr Kusnanto bagi masyarakat Bekasi telah teruji.
"Ditambah lagi pasca pandemi, layanan kesehatan RSUD dr CAM semakin meningkat. Ini paket komplit yang dimiliki Kusnanto dan menjadi bekal yang bersangkutan jika ingin menjadi calon Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2024," tuturnya.
dr Kusnanto Saidi, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdul Majid (CAM)
Baca Juga: Belasan Tokoh Daftar Penjaringan Pilkada Solo Lewat PDIP, Diminta Tak Berbohong
Lebih lanjut, Yanuar mengungkapkan bahwa di saat para kontestan bakal calon walikota Bekasi masih berlomba-lomba membuat janji politik, sementara Kusnanto sudah memiliki study case yang nyata dan terasa manfaatnya bagi masyarakat Bekasi.
"Nilai plus Kusnanto yakni keberhasilan dia berkontribusi baik itu pikiran hingga fisiknya dikorbankan saat penanganan pandemi Covid-19. Dalam hal tersebut, Kusnanto sudah diuji dari leadership, manajemen hingga sisi humanis sebagai pejabat publik," ungkapnya.
Yanuar mengatakan, nilai lebih yang dimiliki Kusnanto diprediksi dan akan menjadi masukan penting bagi para pemilih pemula atau swing voters.
"Karena para pemilih pemula yang notabene generasi Z dan swing voters lebih tertarik kepada calon yang sudah memiliki aksi nyata untuk masyarakat. Dan bukan sekedar masih berupa janji politik semata," tutup Yanuar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan