Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. (YouTube/@Setwapres)
INDOZONE.ID - Ucapan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka yang menanggapi pernyataan Wapres RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), dinilai meredam panasnya tensi politik belakangan ini.
Pernyataan JK cukup menyita perhatian publik belakangan ini, terutama dalam ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Apalagi, JK terus dikaitkan dengan persoalan hukum tudingan ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, JK sampai melapor ke polisi atas tudingan dirinya yang dituduh mendanai para pelapor dalam kasus ijazah tersebut. JK membantah keras tudingan itu.
Sementara itu, Roy Suryo dan rekan-rekannya sudah berstatus tersangka usai dilaporkan langsung oleh Jokowi ke Polda Metro Jaya.
Baca juga: Wapres Gibran: Nyepi dan Idul Fitri yang Berdekatan Jadi Momentum Perkuat Persatuan Bangsa
Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, menilai respons Gibran tidak terlepas dari upaya meredam panasnya tensi politik akhir-akhir ini.
"Dalam teori komunikasi, upaya Gibran seperti ingin memecah spiral keheningan. Dari Elisabeth Noelle Neumann, seorang pakar politik dari Jerman, Gibran sepertinya ingin memecah dominasi arus pendapat umum tentang diri dan keluarganya," kata Ari Junaedi, Jumat (24/4/2026).
Atas dasar itulah, dia memuji respons Gibran yang tenang dan santun. Padahal, Gibran bisa saja terpancing dengan pertanyaan awak media.
"Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah belajar banyak mengenai pola komunikasi yang benar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan